- By Rusdi Galileo Kasatpel 270 Jakarta
- 21 Sep 2026
- 760
SMPN 270 JAKARTA GELAR UPACARA PERINGATAN HARI KE-81 RAPAT RAKSASA IKADA TAHUN 2026
SMPN 270 JAKARTA GELAR UPACARA PERINGATAN HARI KE-81
RAPAT RAKSASA IKADA TAHUN 2026

JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari ke-81 Rapat Raksasa IKADA Tahun 2026, SMPN 270 Jakarta menyelenggarakan upacara peringatan di lingkungan sekolah dengan penuh khidmat dan tertib. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme, persatuan, dan karakter kebangsaan kepada generasi muda.
Kepala SMPN 270 Jakarta, Siti Aminah, M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan sambutan Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP. Upacara berlangsung dengan suasana yang tertib, khidmat, dan penuh semangat kebangsaan. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sikap hormat sebagai bentuk penghargaan terhadap peristiwa bersejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.
Peringatan Hari ke-81 Rapat Raksasa IKADA Tahun 2026 menjadi momentum bagi keluarga besar SMPN 270 Jakarta untuk kembali mengenang semangat perjuangan rakyat, khususnya masyarakat Jakarta, dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menghadirkan sejarah tidak hanya sebagai pengetahuan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam membangun karakter peserta didik yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Mengenang Peristiwa Bersejarah Rapat Raksasa IKADA
Rapat Raksasa IKADA merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah awal kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut berlangsung pada 19 September 1945 di Lapangan Ikada, yang kini berada di kawasan sekitar Monumen Nasional, Jakarta. Ribuan rakyat berkumpul untuk menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia dan menyatakan tekad untuk mempertahankan kedaulatan bangsa yang baru saja diproklamasikan.
Pada masa itu, Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Proklamasi yang dibacakan pada 17 Agustus 1945 menjadi awal perjuangan untuk membangun negara merdeka sekaligus menghadapi berbagai tekanan yang mengancam kedaulatan. Dalam situasi tersebut, rakyat menunjukkan keberanian, persatuan, dan keinginan kuat agar kemerdekaan yang telah diperjuangkan tidak kembali direnggut.
Rapat Raksasa IKADA menjadi gambaran nyata keterlibatan rakyat dalam perjalanan sejarah bangsa. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya hasil perjuangan para pemimpin, tetapi juga buah dari kesadaran, keberanian, dan dukungan masyarakat luas.
Bagi warga SMPN 270 Jakarta, mengenang peristiwa tersebut merupakan kesempatan untuk memahami bahwa kemerdekaan memiliki nilai yang sangat besar. Kemerdekaan tidak hadir dengan sendirinya, melainkan diperjuangkan melalui pengorbanan, persatuan, dan semangat pantang menyerah.
Melalui upacara peringatan ini, peserta didik diajak untuk memahami bahwa nilai-nilai perjuangan tersebut tetap relevan dalam kehidupan masa kini. Bentuk perjuangan generasi muda tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui pendidikan, kedisiplinan, kerja keras, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Upacara Berlangsung Khidmat dan Tertib
Sejak awal pelaksanaan, seluruh peserta upacara mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Para guru dan tenaga kependidikan mendampingi peserta didik dalam menjaga ketertiban serta memastikan setiap rangkaian upacara berjalan sesuai dengan susunan kegiatan.
Peserta didik kelas VII, VIII, dan IX berdiri dengan tertib mengikuti jalannya upacara. Suasana khidmat terasa ketika seluruh peserta memberikan penghormatan dalam rangkaian kegiatan yang mengingatkan kembali pada perjuangan bangsa Indonesia.
Pelaksanaan upacara menjadi sarana pembelajaran karakter yang nyata. Peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sejarah melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga mengalami secara langsung kegiatan yang menumbuhkan rasa hormat, disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan.
Keterlibatan seluruh warga sekolah menunjukkan bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik memiliki peran masing-masing dalam menciptakan suasana sekolah yang tertib, aman, dan mendukung tumbuhnya semangat kebangsaan.
Upacara peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antarkomponen sekolah. Seluruh warga sekolah berkumpul dalam satu kegiatan dengan tujuan yang sama, yaitu menghormati sejarah perjuangan bangsa dan memperkokoh komitmen untuk mengisi kemerdekaan melalui tindakan nyata.
Siti Aminah, M.Pd. Bertindak sebagai Pembina Upacara
Kepala SMPN 270 Jakarta, Siti Aminah, M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara dalam peringatan Hari ke-81 Rapat Raksasa IKADA Tahun 2026. Dalam kapasitas tersebut, beliau membacakan sambutan Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP.
Pembacaan sambutan menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan peringatan. Melalui sambutan tersebut, peserta upacara memperoleh pesan mengenai arti penting mengenang sejarah, menjaga persatuan, serta meneruskan semangat perjuangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kehadiran kepala sekolah sebagai pembina upacara juga mencerminkan komitmen pimpinan sekolah dalam mendukung pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan. Sekolah tidak hanya bertugas menyelenggarakan proses pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk peserta didik agar memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Dalam lingkungan pendidikan, keteladanan pimpinan dan pendidik mempunyai peran penting. Sikap disiplin, tanggung jawab, penghormatan terhadap sejarah, serta kepedulian terhadap sesama dapat ditanamkan melalui kegiatan rutin maupun peringatan hari-hari bersejarah.
Melalui pelaksanaan upacara ini, SMPN 270 Jakarta menunjukkan bahwa peringatan sejarah dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang bermakna dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Membacakan Sambutan Wakil Gubernur DKI Jakarta
Dalam upacara tersebut, Siti Aminah, M.Pd. membacakan sambutan Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP. Pembacaan sambutan menjadi sarana penyampaian pesan peringatan kepada seluruh peserta upacara.
Peringatan Rapat Raksasa IKADA mengingatkan masyarakat bahwa semangat kemerdekaan perlu terus dijaga melalui persatuan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu bangsa perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata sesuai dengan tantangan zaman.
Bagi peserta didik, pesan tersebut dapat dimaknai melalui kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan mengikuti kegiatan sekolah, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta kesediaan bekerja sama dengan teman. Sikap-sikap sederhana tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter warga negara yang bertanggung jawab.
Sambutan yang dibacakan dalam upacara juga menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kontribusi seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Peserta didik sebagai penerus cita-cita bangsa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menjaga persatuan, serta menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijaksana.
Catatan: Naskah sambutan lengkap Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak disertakan dalam bahan berita ini. Oleh karena itu, uraian di atas merangkum konteks dan makna peringatan tanpa mencantumkan kutipan langsung yang belum terverifikasi.
Menanamkan Nasionalisme melalui Pendidikan
Peringatan Hari ke-81 Rapat Raksasa IKADA menjadi bagian dari upaya SMPN 270 Jakarta menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik. Nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap simbol negara, tetapi juga melalui sikap sehari-hari yang mencerminkan kecintaan terhadap tanah air.
Di lingkungan sekolah, nasionalisme dapat ditumbuhkan melalui kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, kepedulian terhadap kebersihan, penghargaan terhadap perbedaan, serta kesungguhan dalam menuntut ilmu. Setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk menunjukkan semangat kebangsaan melalui tindakan yang sederhana tetapi konsisten.
Pendidikan nasionalisme juga perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan yang semakin terbuka dan terhubung melalui teknologi digital. Mereka perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi, menghargai pendapat orang lain, serta menggunakan media digital secara bertanggung jawab.
Semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu bangsa dapat menjadi dorongan bagi peserta didik untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Tantangan belajar, persaingan, dan perubahan sosial perlu dihadapi dengan sikap optimistis, disiplin, serta kemauan untuk terus berkembang.
Dengan demikian, peringatan sejarah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan mengembangkan kehidupan bangsa.
Sekolah sebagai Ruang Pembentukan Karakter Kebangsaan
SMPN 270 Jakarta memandang kegiatan upacara sebagai salah satu sarana pendidikan yang dapat memperkuat karakter peserta didik. Sekolah merupakan ruang pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi pelajaran, tetapi juga pada pembentukan sikap, kebiasaan, dan nilai-nilai kehidupan.
Melalui kegiatan bersama, peserta didik belajar menghargai aturan, menjalankan tanggung jawab, bekerja sama, dan menghormati orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar penting dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.
Kegiatan peringatan hari bersejarah juga membantu peserta didik memahami hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Perjuangan bangsa pada masa kemerdekaan dapat menjadi bahan refleksi untuk menghadapi tantangan kehidupan saat ini.
Guru memiliki peran penting dalam menghubungkan nilai sejarah dengan pengalaman belajar peserta didik. Penjelasan mengenai peristiwa IKADA dapat dikembangkan dalam pembelajaran sejarah, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, maupun kegiatan projek dan diskusi kelas.
Dengan pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya mengingat tanggal dan tempat terjadinya peristiwa, tetapi juga mampu memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menghidupkan Semangat IKADA dalam Kehidupan Sehari-hari
Semangat Rapat Raksasa IKADA dapat diterjemahkan ke dalam berbagai tindakan nyata di lingkungan sekolah. Salah satunya adalah menjaga persatuan dan mengembangkan budaya saling menghormati di antara seluruh warga sekolah.
Peserta didik berasal dari latar belakang keluarga, kebiasaan, dan karakter yang beragam. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari kehidupan bersama yang perlu disikapi dengan sikap terbuka dan saling menghargai.
Semangat persatuan dapat diwujudkan melalui kerja kelompok, kegiatan organisasi siswa, kepedulian terhadap teman, serta kesediaan menyelesaikan perbedaan pendapat secara baik. Peserta didik juga dapat menunjukkan tanggung jawab dengan menjaga fasilitas sekolah dan ikut menciptakan lingkungan belajar yang tertib.
Nilai gotong royong menjadi bagian penting dari semangat kebangsaan. Dalam kehidupan sekolah, gotong royong dapat terlihat ketika warga sekolah bekerja sama menjaga kebersihan, merawat lingkungan, membantu teman yang mengalami kesulitan, dan mendukung kegiatan positif.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa semangat perjuangan tidak harus diwujudkan melalui tindakan besar. Perubahan positif dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu.
Menghargai Perbedaan dan Memperkuat Persatuan
Salah satu pelajaran penting dari sejarah perjuangan bangsa adalah arti persatuan dalam menghadapi tantangan bersama. Indonesia dibangun oleh masyarakat yang memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan tradisi. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari identitas bangsa yang perlu dijaga.
Di lingkungan SMPN 270 Jakarta, peserta didik perlu membangun kebiasaan menghormati perbedaan. Sikap tersebut dapat diwujudkan dengan tidak melakukan perundungan, tidak merendahkan teman, menghargai pendapat, serta menyelesaikan perselisihan melalui dialog.
Persatuan bukan berarti semua orang harus memiliki pandangan yang sama. Persatuan justru membutuhkan kemampuan untuk hidup berdampingan secara damai, mendengarkan satu sama lain, dan mencari penyelesaian yang dapat diterima bersama.
Peringatan Rapat Raksasa IKADA menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat tumbuh ketika orang-orang bersatu dalam tujuan yang lebih besar. Nilai tersebut relevan bagi peserta didik dalam membangun pertemanan yang sehat dan menciptakan suasana sekolah yang saling mendukung.
Generasi Muda sebagai Penerus Perjuangan Bangsa
Peserta didik kelas VII, VIII, dan IX SMPN 270 Jakarta merupakan bagian dari generasi muda yang kelak akan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan, dan karakter sebagai bekal menghadapi masa depan.
Perjuangan generasi muda pada masa kini dapat dilakukan melalui pendidikan yang berkualitas, pengembangan kreativitas, penguasaan teknologi, serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Kesungguhan dalam belajar merupakan salah satu bentuk tanggung jawab terhadap masa depan. Peserta didik yang tekun belajar, menghargai proses, dan berusaha memperbaiki diri sedang membangun kemampuan yang dapat bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Selain prestasi akademik, generasi muda juga perlu mengembangkan karakter yang kuat. Kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama merupakan bekal penting dalam menghadapi berbagai perubahan.
Melalui peringatan Hari ke-81 Rapat Raksasa IKADA, peserta didik diajak untuk menyadari bahwa mereka bukan hanya penerima warisan sejarah, tetapi juga pihak yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai perjuangan tersebut.
Menjaga Semangat Perjuangan di Tengah Perkembangan Zaman
Perkembangan teknologi dan arus informasi menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Kemudahan memperoleh informasi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, sikap bertanggung jawab, dan kesadaran untuk memeriksa kebenaran informasi.
Semangat perjuangan dapat diwujudkan dengan menggunakan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti belajar, berkarya, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan kreativitas. Peserta didik juga perlu memahami pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital.
Sikap saling menghormati harus tetap dijaga, baik ketika berinteraksi secara langsung maupun melalui media sosial. Perbedaan pendapat hendaknya disampaikan dengan bahasa yang santun dan tidak merugikan orang lain.
Dalam konteks ini, nilai persatuan yang tercermin dalam sejarah IKADA dapat menjadi pedoman bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.
Peran Guru dan Tenaga Kependidikan
Keikutsertaan seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam upacara peringatan menunjukkan pentingnya keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam pendidikan karakter. Guru dan tenaga kependidikan tidak hanya menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing, tetapi juga berperan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik.
Guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai sejarah dan kebangsaan ke dalam proses pembelajaran. Sementara itu, tenaga kependidikan turut mendukung terciptanya pelayanan dan tata kelola sekolah yang tertib, ramah, serta bertanggung jawab.
Keteladanan menjadi salah satu cara penting untuk menanamkan nilai. Peserta didik dapat belajar dari perilaku orang dewasa di sekitarnya, seperti kedisiplinan, kejujuran, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama.
Melalui kerja sama seluruh warga sekolah, nilai-nilai yang disampaikan dalam upacara diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Budaya Sekolah yang Positif
Peringatan hari bersejarah dapat menjadi salah satu momentum untuk memperkuat budaya sekolah yang positif. Budaya tersebut dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan seremonial.
SMPN 270 Jakarta dapat terus mengembangkan kebiasaan disiplin, menjaga kebersihan, menghormati sesama, dan meningkatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan sekolah. Setiap warga sekolah memiliki peran untuk menjaga agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara nyata.
Lingkungan sekolah yang positif memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang secara optimal. Suasana yang aman dan saling menghargai membantu peserta didik merasa diterima, berani menyampaikan pendapat, dan lebih siap mengikuti proses pembelajaran.
Semangat persatuan yang dikenang melalui peristiwa IKADA dapat menjadi landasan untuk membangun hubungan yang harmonis antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah.
Peringatan Sejarah sebagai Pembelajaran Bermakna
Mengenang peristiwa sejarah tidak cukup hanya dengan menghafal tanggal, tokoh, dan tempat. Pembelajaran sejarah menjadi lebih bermakna ketika peserta didik mampu memahami latar belakang peristiwa, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta hubungannya dengan kehidupan masa kini.
Rapat Raksasa IKADA memberikan kesempatan untuk membahas peran rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Peserta didik dapat diajak memahami bagaimana persatuan dan keberanian masyarakat menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.
Pembelajaran tersebut juga dapat dikembangkan melalui kegiatan membaca, diskusi, penulisan refleksi, pembuatan karya, atau penelusuran sumber sejarah yang sesuai dengan usia peserta didik.
Dengan cara ini, peringatan hari bersejarah dapat mendorong rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis. Peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar mengajukan pertanyaan, memahami konteks, dan menyampaikan pemikiran secara bertanggung jawab.
Harapan bagi Keluarga Besar SMPN 270 Jakarta
Melalui peringatan Hari ke-81 Rapat Raksasa IKADA Tahun 2026, keluarga besar SMPN 270 Jakarta diharapkan semakin memahami arti penting persatuan, nasionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik diharapkan dapat menjadikan semangat perjuangan sebagai motivasi untuk belajar dengan tekun, menghargai guru dan orang tua, menjaga hubungan baik dengan teman, serta berperan aktif dalam kegiatan positif di sekolah.
Guru dan tenaga kependidikan diharapkan terus memperkuat keteladanan serta menciptakan suasana pendidikan yang mendukung tumbuhnya karakter peserta didik. Kerja sama seluruh warga sekolah menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan menyenangkan.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Melalui pendidikan yang mengembangkan pengetahuan sekaligus karakter, sekolah turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berdaya dan bertanggung jawab.
Mengisi Kemerdekaan dengan Tindakan Nyata
Semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Bagi peserta didik, mengisi kemerdekaan dapat dimulai dengan belajar secara sungguh-sungguh, mengembangkan potensi diri, dan membangun kebiasaan baik.
Bagi guru dan tenaga kependidikan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tugas secara profesional, pelayanan yang bertanggung jawab, serta komitmen mendukung perkembangan peserta didik.
Bagi seluruh warga sekolah, mengisi kemerdekaan berarti ikut menjaga persatuan, merawat lingkungan, menghormati perbedaan, dan menciptakan suasana yang mendukung kemajuan bersama.
Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat Rapat Raksasa IKADA yang mengingatkan pentingnya dukungan rakyat dalam menjaga kemerdekaan. Perjuangan masa kini membutuhkan kesungguhan, kepedulian, dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat.
Penutup
Pelaksanaan upacara peringatan Hari ke-81 Rapat Raksasa IKADA Tahun 2026 di SMPN 270 Jakarta berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX. Kepala SMPN 270 Jakarta, Siti Aminah, M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang peran rakyat dalam sejarah perjuangan bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai nasionalisme, persatuan, disiplin, dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.
Melalui peringatan ini, SMPN 270 Jakarta menegaskan pentingnya menjadikan sejarah sebagai sumber pembelajaran dan inspirasi bagi generasi muda. Semangat perjuangan para pendahulu bangsa diharapkan terus hidup melalui kesungguhan belajar, perilaku yang berkarakter, kepedulian terhadap sesama, serta kontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan semangat Rapat Raksasa IKADA, keluarga besar SMPN 270 Jakarta berkomitmen untuk terus menumbuhkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap mengisi kemerdekaan melalui pendidikan serta tindakan nyata.















