- By Rusdi Galileo Kasatpel 270 Jakarta
- 15 Jan 2026
- 233
Kunjungan Tindak Lanjut Pemeriksaan Peserta Didik Terindikasi Anemia di SMPN 270 Jakarta oleh Puskesmas 2B Pengangsaan Kelurahan Kelapa Gading
Kunjungan Tindak Lanjut Pemeriksaan Peserta Didik Terindikasi Anemia di SMPN 270 Jakarta oleh Puskesmas 2B Pengangsaan Kelurahan Kelapa Gading

Jakarta Utara — SMP Negeri 270 Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik melalui pelaksanaan kegiatan kunjungan tindak lanjut pemeriksaan anemia yang dilakukan oleh Puskesmas 2B Pengangsaan, Kelurahan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari skrining kesehatan yang sebelumnya telah dilakukan terhadap peserta didik dan menemukan sejumlah siswa yang terindikasi mengalami anemia dengan berbagai tingkat keparahan.
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada anak usia sekolah dan remaja, terutama pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Akibatnya, penderita anemia dapat mengalami kelelahan, penurunan konsentrasi, mudah mengantuk, pucat, hingga penurunan prestasi belajar. Oleh karena itu, tindak lanjut yang cepat dan tepat menjadi sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius terhadap kesehatan dan perkembangan akademik siswa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim kesehatan Puskesmas 2B Pengangsaan, tercatat sebanyak 30 peserta didik dari kelas VII dan kelas IX SMPN 270 Jakarta terjaring sebagai siswa yang terindikasi mengalami anemia. Para siswa tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu anemia ringan, anemia sedang, dan anemia berat. Pembagian ini dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin serta kondisi klinis masing-masing siswa.
Dalam pelaksanaan kunjungan tindak lanjut ini, Puskesmas 2B Pengangsaan menugaskan tenaga medis profesional yang terdiri dari dr. Laras, dr. Citra, serta dua orang tenaga kesehatan pendamping. Kehadiran para tenaga medis tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan penanganan sesuai dengan tingkat anemia yang dialaminya, sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada siswa, guru, dan pihak sekolah.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan SMPN 270 Jakarta dengan melibatkan unsur Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai PIC atau penanggung jawab utama dari pihak sekolah. Selain itu, para wali kelas yang siswanya terjaring dalam pemeriksaan juga turut mendampingi, yakni Ibu Lailatussholiha, Ibu Devita Aryanti, dan Ibu Waqiah. Kehadiran para wali kelas ini sangat penting sebagai bentuk dukungan psikologis kepada siswa serta untuk memastikan bahwa tindak lanjut yang direkomendasikan oleh tenaga medis dapat dipantau dan dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Sejak awal kegiatan, suasana di ruang UKS SMPN 270 Jakarta tampak tertib dan kondusif. Para siswa yang telah terdata sebagai terindikasi anemia dipanggil secara bergiliran untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan ulang kondisi fisik, wawancara singkat terkait keluhan yang dirasakan, serta verifikasi data hasil skrining sebelumnya. Tim medis Puskesmas 2B Pengangsaan bekerja secara sistematis dan profesional untuk memastikan akurasi serta ketepatan dalam menentukan langkah penanganan.
Anemia ringan merupakan kondisi di mana kadar hemoglobin sedikit di bawah batas normal. Pada kategori ini, siswa umumnya masih dapat beraktivitas dengan cukup baik, meskipun mungkin sesekali merasakan lelah atau kurang bertenaga. Untuk siswa dengan anemia ringan, tim medis memberikan rekomendasi agar penanganan dapat dilakukan secara mandiri melalui perbaikan pola makan, peningkatan konsumsi makanan bergizi, serta pemberian suplemen zat besi sesuai anjuran. Para siswa juga diberikan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti sayuran hijau, daging merah, hati ayam, telur, dan kacang-kacangan.
Sementara itu, anemia sedang memerlukan perhatian yang lebih intensif. Pada kondisi ini, siswa biasanya sudah mulai menunjukkan gejala yang lebih nyata, seperti mudah lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Untuk siswa dengan anemia sedang, tim medis Puskesmas 2B Pengangsaan langsung melakukan penanganan berupa pemberian obat dan suplemen zat besi yang terkontrol, serta menyusun jadwal pemantauan lanjutan. Para orang tua juga akan dihubungi untuk diberikan informasi dan arahan terkait perawatan lanjutan di rumah.
Adapun anemia berat merupakan kondisi yang paling serius dan memerlukan penanganan medis yang lebih ketat. Siswa dengan anemia berat berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan yang dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari dan prestasi belajar. Dalam kegiatan ini, tim medis yang dipimpin oleh dr. Laras dan dr. Citra melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap siswa yang masuk dalam kategori ini. Selain pemberian obat dan suplemen, siswa dengan anemia berat juga direncanakan untuk mendapatkan tindak lanjut pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan, guna memastikan bahwa kondisi mereka dapat tertangani secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Laras menjelaskan bahwa anemia pada anak usia sekolah sering kali dipicu oleh pola makan yang tidak seimbang, kurangnya asupan zat besi, serta kebiasaan hidup yang kurang sehat. Ia menekankan bahwa pencegahan anemia harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan pihak sekolah, orang tua, dan siswa itu sendiri. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat melalui edukasi gizi, penyediaan lingkungan yang mendukung, serta pemantauan kondisi kesehatan peserta didik secara rutin.
Dr. Citra menambahkan bahwa kegiatan tindak lanjut seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa hasil skrining tidak berhenti pada tahap pendataan semata, melainkan benar-benar diikuti dengan tindakan nyata yang berdampak pada kesehatan siswa. Ia juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara Puskesmas 2B Pengangsaan dan SMPN 270 Jakarta, khususnya peran aktif UKS dan para wali kelas dalam mendampingi siswa.
Dari pihak sekolah, PIC UKS SMPN 270 Jakarta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif. UKS tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertolongan pertama, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan bagi seluruh warga sekolah. Dengan adanya kegiatan tindak lanjut pemeriksaan anemia ini, diharapkan siswa dapat lebih memahami kondisi kesehatannya dan termotivasi untuk menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
Ibu Lailatussholiha, salah satu wali kelas yang mendampingi kegiatan, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa terbantu dengan adanya kunjungan langsung dari tim medis Puskesmas. Menurutnya, guru sering kali hanya dapat mengamati gejala umum yang tampak pada siswa, seperti kelelahan atau kurang fokus di kelas. Dengan adanya pemeriksaan medis yang lebih spesifik, guru dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kesehatan siswa dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran maupun pendampingan.
Hal senada disampaikan oleh Ibu Devita Aryanti dan Ibu Waqiah. Keduanya menilai bahwa sinergi antara sekolah dan puskesmas sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. Mereka berharap agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala sehingga masalah kesehatan siswa dapat terdeteksi sejak dini dan segera ditangani.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak mengikuti proses pemeriksaan dengan tertib dan penuh perhatian. Sebagian siswa mengaku baru mengetahui bahwa mereka mengalami anemia setelah mengikuti skrining dan tindak lanjut ini. Dengan pendampingan dari guru dan penjelasan yang diberikan oleh tenaga medis, siswa menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dan memperhatikan asupan gizi sehari-hari.
Selain pemeriksaan dan pemberian obat, tim Puskesmas 2B Pengangsaan juga menyampaikan edukasi singkat mengenai anemia kepada para siswa. Edukasi ini mencakup pengertian anemia, penyebab, gejala, serta cara pencegahan dan penanganannya. Para siswa diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuh mereka sendiri dan tidak mengabaikan gejala-gejala yang mungkin muncul.
Kegiatan kunjungan tindak lanjut ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat peran UKS sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di sekolah. Dengan dukungan tenaga medis profesional dan keterlibatan aktif guru, UKS dapat berfungsi secara optimal dalam memantau dan menindaklanjuti kondisi kesehatan siswa.
Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi 30 siswa yang terjaring sebagai terindikasi anemia, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih luas bagi seluruh komunitas SMPN 270 Jakarta. Kesadaran akan pentingnya kesehatan, khususnya terkait anemia, semakin meningkat di kalangan siswa, guru, dan orang tua.
Dengan terlaksananya kunjungan tindak lanjut pemeriksaan anemia ini, SMPN 270 Jakarta bersama Puskesmas 2B Pengangsaan Kelurahan Kelapa Gading telah menunjukkan praktik kolaborasi yang baik antara sektor pendidikan dan kesehatan. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana upaya bersama dapat menghasilkan intervensi yang tepat sasaran dan berdampak positif bagi generasi muda.
Ke depan, pihak sekolah dan puskesmas berkomitmen untuk terus melanjutkan kerja sama dalam berbagai program kesehatan, baik melalui skrining rutin, edukasi, maupun tindak lanjut medis. Diharapkan, melalui upaya yang berkelanjutan ini, angka kejadian anemia di kalangan peserta didik dapat ditekan, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari sisi kesehatan maupun prestasi akademik.














-500x375.jpeg)