Berita
- By Rusdi Galileo Kasatpel 270 Jakarta
- 13 Mar 2026
- 873
Ramadan Ceria, Ramadan Penuh Hikmah, Raih Kemenangan di Bulan yang Suci

Bulan suci Ramadan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan penuh berkah ini, setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, memperdalam ilmu agama, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. Dalam rangka menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membentuk karakter peserta didik yang religius, SMPN 270 Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pembiasaan Bulan Ramadan melalui program Kokurikuler Keagamaan bertajuk “Ramadan Ceria, Ramadan Penuh Hikmah, Raih Kemenangan di Bulan yang Suci.”
Kegiatan ini berlangsung dalam dua tahap pelaksanaan, yaitu pada 23–27 Februari 2026 serta dilanjutkan pada 9–13 Maret 2026. Selama rangkaian kegiatan tersebut, seluruh siswa bersama guru dan tenaga kependidikan terlibat aktif dalam berbagai aktivitas keagamaan, edukatif, serta kegiatan sosial yang bertujuan memperkaya pemahaman keislaman sekaligus menumbuhkan sikap empati dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Program ini terselenggara berkat dukungan penuh dari seluruh guru dan karyawan SMPN 270 Jakarta, yang bekerja sama mempersiapkan kegiatan dengan penuh dedikasi. Adapun yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan (PIC) adalah guru Pendidikan Agama Islam, Bapak Mukhtarum dan Ibu Zuraedah, yang sejak awal merancang konsep kegiatan agar dapat memberikan pengalaman spiritual dan pembelajaran yang bermakna bagi para siswa.
Semangat Ramadan di Lingkungan Sekolah
Sejak hari pertama kegiatan dimulai, suasana religius sudah terasa di lingkungan SMPN 270 Jakarta. Para siswa datang ke sekolah dengan semangat baru untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi para peserta didik.
Program Ramadan Ceria dirancang dengan pendekatan yang kreatif dan edukatif. Hal ini bertujuan agar para siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai kegiatan yang variatif, siswa diajak untuk lebih mengenal nilai-nilai Islam, memperkuat keimanan, serta meningkatkan akhlak mulia.
Menurut para guru, kegiatan pembiasaan Ramadan ini merupakan bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan tidak hanya menekankan aspek akademik semata, tetapi juga pembentukan moral, spiritual, dan sosial yang seimbang.
Kreativitas Siswa melalui Canvas Asmaul Husna
Salah satu kegiatan menarik dalam program Ramadan Ceria adalah kreativitas membuat canvas Asmaul Husna. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak untuk mengenal dan memahami 99 nama indah Allah SWT melalui media seni lukis.
Setiap kelompok siswa diberikan kanvas dan peralatan melukis untuk menuliskan serta menghias salah satu nama Allah dengan desain yang kreatif. Selain menumbuhkan kecintaan terhadap Asmaul Husna, kegiatan ini juga melatih keterampilan seni, kerja sama, serta imajinasi para siswa.
Selama proses pembuatan canvas, para guru memberikan penjelasan mengenai makna dari masing-masing nama Allah. Dengan demikian, siswa tidak hanya sekadar membuat karya seni, tetapi juga memahami makna spiritual di balik setiap nama tersebut.
Hasil karya siswa kemudian dipajang di beberapa sudut sekolah sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mereka sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah akan kebesaran Allah SWT.
Belajar Sejarah Islam untuk Meneladani Tokoh-Tokoh Besar
Kegiatan berikutnya yang tidak kalah penting adalah pembelajaran sejarah Islam. Melalui sesi ini, para siswa diajak untuk mempelajari perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW serta kisah para sahabat dan tokoh-tokoh besar dalam sejarah Islam.
Materi disampaikan secara menarik oleh para guru melalui metode cerita, diskusi, serta pemutaran media pembelajaran. Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi ini karena mereka dapat mengetahui berbagai peristiwa penting yang menjadi bagian dari sejarah peradaban Islam.
Melalui pembelajaran sejarah Islam, diharapkan para siswa dapat mengambil hikmah serta meneladani nilai-nilai perjuangan, kesabaran, dan keteladanan para tokoh Islam dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pembiasaan Sholat Dhuha
Selain kegiatan pembelajaran, pembiasaan ibadah juga menjadi bagian penting dari program Ramadan Ceria. Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan adalah Sholat Dhuha berjamaah.
Setiap pagi sebelum memulai kegiatan lainnya, para siswa berkumpul di area yang telah disiapkan untuk melaksanakan Sholat Dhuha bersama. Kegiatan ini dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam.
Melalui pembiasaan Sholat Dhuha, para siswa diajarkan pentingnya menjaga kedisiplinan dalam beribadah serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai ketenangan dan keikhlasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ngaji dan Belajar Tajwid
Kegiatan mengaji Al-Qur’an dan belajar tajwid juga menjadi bagian utama dalam rangkaian program Ramadan Ceria. Para siswa dibimbing untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid.
Dalam sesi ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil agar proses pembelajaran lebih efektif. Setiap kelompok didampingi oleh guru atau pembimbing yang membantu memperbaiki bacaan Al-Qur’an para siswa.
Selain memperbaiki bacaan, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai makna ayat-ayat Al-Qur’an yang mereka baca. Dengan demikian, kegiatan mengaji tidak hanya menjadi aktivitas membaca semata, tetapi juga menjadi sarana untuk memahami pesan-pesan moral dan spiritual yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an.
Kreativitas Pop Up Book Islami
Untuk menambah variasi kegiatan yang menarik, panitia juga menyelenggarakan kegiatan pembuatan Pop Up Book Islami. Dalam kegiatan ini, para siswa membuat buku kreatif yang berisi cerita atau pesan-pesan islami dengan tampilan gambar tiga dimensi.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam melalui media visual yang menarik. Para siswa terlihat sangat antusias karena mereka dapat mengekspresikan ide-ide kreatif dalam bentuk karya seni yang unik.
Pop Up Book yang dihasilkan siswa berisi berbagai tema seperti kisah nabi, akhlak mulia, serta pesan-pesan Ramadan yang inspiratif. Karya-karya tersebut kemudian dipamerkan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran kreatif di sekolah.
Santunan Anak Yatim dan Piatu
Puncak kegiatan Ramadan Ceria dilaksanakan pada 13 Maret 2026, yaitu kegiatan santunan anak yatim dan piatu serta pembagian sembako.
Kegiatan sosial ini menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam rangkaian program Ramadan Ceria. Para siswa diajak untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan piatu.
Acara santunan tersebut juga dihadiri oleh Kasatlak Pendidikan Kecamatan Kelapa Gading, Bapak Sriyono, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan positif di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Bantuan yang diberikan berupa santunan serta paket sembako yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan para penerima manfaat.








Kebersamaan dalam Buka Puasa Bersama
Selain kegiatan sosial, suasana kebersamaan juga semakin terasa melalui kegiatan buka puasa bersama yang diikuti oleh siswa, guru, serta seluruh warga sekolah.
Acara buka puasa bersama ini menjadi momen yang penuh kehangatan, di mana seluruh warga sekolah dapat berkumpul dan mempererat tali silaturahmi. Sebelum berbuka puasa, kegiatan diisi dengan tausiyah singkat yang memberikan pesan-pesan motivasi tentang pentingnya menjaga keimanan serta memanfaatkan bulan Ramadan sebagai kesempatan memperbaiki diri.
Setelah azan maghrib berkumandang, seluruh peserta bersama-sama menikmati hidangan berbuka puasa dengan penuh rasa syukur.
Dukungan Penuh dari Guru dan Karyawan
Keberhasilan penyelenggaraan program Ramadan Ceria tidak terlepas dari dukungan penuh seluruh guru dan karyawan SMPN 270 Jakarta. Mereka bekerja sama dalam mempersiapkan berbagai kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Kerja sama yang solid antara seluruh pihak menjadi faktor utama terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh para guru dan staf sekolah menjadi contoh teladan bagi para siswa.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Penggerak Kegiatan
Sebagai penanggung jawab kegiatan, Bapak Mukhtarom dan Ibu Zuraedah memiliki peran penting dalam mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan Ramadan Ceria.
Keduanya merancang konsep kegiatan yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga edukatif dan kreatif sehingga mampu menarik minat siswa untuk berpartisipasi secara aktif.
Melalui pendekatan yang komunikatif dan inspiratif, para guru Pendidikan Agama Islam berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna selama bulan Ramadan.
Puncak Acara: Bersalam-Salaman Seluruh Warga Sekolah
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan Ramadan Ceria, acara diakhiri dengan bersalam-salaman seluruh warga sekolah.
Momen ini menjadi simbol saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan antara siswa, guru, dan seluruh staf sekolah. Dengan penuh kehangatan, seluruh peserta saling berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf menjelang datangnya hari kemenangan.
Suasana haru dan kebersamaan begitu terasa dalam momen tersebut. Banyak siswa yang mengungkapkan rasa bahagia karena dapat mengikuti kegiatan Ramadan yang penuh makna ini bersama teman-teman dan para guru.
Menanamkan Nilai Spiritual dan Sosial
Melalui program Ramadan Ceria, Ramadan Penuh Hikmah, SMPN 270 Jakarta berharap dapat menanamkan nilai-nilai spiritual, moral, serta sosial kepada seluruh peserta didik.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
Dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, diharapkan para siswa dapat membawa nilai-nilai positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Penutup
Rangkaian kegiatan pembiasaan Ramadan di SMPN 270 Jakarta menjadi pengalaman berharga bagi seluruh warga sekolah. Melalui kegiatan yang penuh makna ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga belajar tentang nilai kebersamaan, kepedulian, serta keikhlasan.
Semangat “Ramadan Ceria, Ramadan Penuh Hikmah, Raih Kemenangan di Bulan yang Suci” diharapkan dapat terus tertanam dalam hati seluruh peserta didik sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, seluruh warga sekolah berharap bahwa nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama bulan Ramadan dapat terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keberkahan Ramadan benar-benar dapat dirasakan oleh semua pihak.











