- By Rusdi Galileo Kasatpel 270 Jakarta
- 29 Apr 2026
- 2
Festival Kreativitas dan Kebersamaan Siswa
SMPN 270 Jakarta dalam Semangat “Gerak, Bikin, Tunjukin”
Jakarta, Selasa 29 April 2026 – SMPN 270 Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan karakter, kreativitas, dan semangat kebersamaan peserta didik melalui penyelenggaraan Festival Karya Anak Jakarta bertema “Gerak, Bikin, Tunjukin”. Kegiatan yang berlangsung meriah di lingkungan sekolah ini menjadi momentum penting dalam memperlihatkan bagaimana sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, kolaborasi, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan.
Festival ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik kelas 7, 8, dan 9, guru, tenaga kependidikan, hingga pihak sponsorship yang turut berpartisipasi dalam mendukung jalannya kegiatan. Dengan rangkaian agenda yang beragam dan menyenangkan, Festival Karya Anak Jakarta menjadi wadah bagi siswa untuk bergerak aktif, berkreasi, menampilkan potensi, serta memperkuat hubungan sosial antarwarga sekolah.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut berlangsung dengan suasana penuh semangat. Para siswa datang mengenakan pakaian olahraga sesuai instruksi sekolah, menandakan bahwa kegiatan hari itu bukan sekadar rutinitas pembelajaran biasa, melainkan hari spesial yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda kepada seluruh peserta didik.
Sejak pagi, lingkungan sekolah tampak lebih hidup dibanding hari biasanya. Lapangan sekolah dipenuhi siswa yang berbaris rapi, guru-guru yang mempersiapkan teknis acara, serta panitia pelaksana yang memastikan seluruh agenda berjalan lancar. Spanduk besar bertuliskan “Festival Karya Anak Jakarta – Gerak, Bikin, Tunjukin” terpampang di area utama sekolah sebagai simbol semangat kolaborasi dan kreativitas.
Kegiatan diawali dengan apel singkat sebagai pembukaan resmi festival. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar acara hiburan, tetapi bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan pentingnya kerja sama, kesehatan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial.
Pihak sekolah juga menegaskan bahwa Festival Karya Anak Jakarta dirancang untuk memberi ruang kepada peserta didik agar dapat belajar melalui pengalaman langsung. Melalui aktivitas fisik, diskusi pendidikan, permainan tradisional, kegiatan sosial, hingga kebersamaan dalam makan siang bersama, siswa diajak untuk memahami bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas.
Senam Pagi Menjadi Pembuka Semangat untuk Kelas 7 dan 8
Agenda pertama dalam rangkaian festival adalah senam pagi yang diikuti oleh siswa kelas 7, kelas 8 dan kelas 9. Kegiatan ini berlangsung di lapangan utama sekolah dengan suasana penuh antusias. Sejak musik diputar, para siswa tampak bergerak mengikuti instruksi senam yang dipandu oleh guru olahraga bpk. Faisyah Rochman, S.Pd serta tim siswa yang bertugas menjadi instruktur.
Senam pagi menjadi aktivitas yang sangat penting sebagai pembuka kegiatan. Selain untuk meningkatkan kebugaran tubuh, kegiatan ini juga bertujuan membangun semangat kebersamaan antar siswa. Gerakan yang energik dipadukan dengan iringan musik yang ceria membuat suasana semakin hidup.
Para siswa terlihat berbaris sesuai kelas masing-masing. Guru pendamping turut ikut bergerak mengikuti irama, menciptakan suasana yang cair dan menyenangkan. Tidak sedikit siswa yang tampak tersenyum, tertawa, dan saling menyemangati teman-temannya.
Kegiatan senam pagi bukan hanya menjadi aktivitas fisik biasa, tetapi juga sarana menumbuhkan disiplin. Para siswa dilatih untuk hadir tepat waktu, mengikuti instruksi dengan baik, dan menjaga kekompakan kelompok.
Selain itu, senam pagi juga menjadi simbol penting dari tema. Kata “Gerak” diwujudkan secara nyata melalui aktivitas fisik yang melibatkan seluruh siswa. Tubuh yang sehat diyakini menjadi dasar penting dalam mendukung proses belajar yang optimal.
Guru olahraga menjelaskan bahwa kebiasaan aktif bergerak harus ditanamkan sejak dini agar siswa memiliki kesadaran menjaga kesehatan. Dalam era modern yang banyak dipenuhi aktivitas digital, kegiatan fisik seperti senam pagi menjadi sangat penting.
Kemeriahan senam pagi semakin terasa ketika siswa bersama-sama mengikuti gerakan akhir sambil bertepuk tangan. Lapangan sekolah berubah menjadi ruang interaksi yang penuh energi positif. Tidak hanya menyehatkan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antar siswa lintas kelas.
Kelas 9 Melaksanakan Uji Coba ASKA dengan Seragam Olahraga
Sementara siswa kelas 7 dan 8 mengikuti senam pagi, siswa kelas 9 menjalani agenda penting berupa uji coba ASKA. Meski memiliki kegiatan akademik, para siswa tetap mengenakan seragam olahraga sesuai konsep festival hari itu.
Pelaksanaan uji coba ASKA menjadi bagian penting dalam persiapan siswa menghadapi evaluasi pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan secara terstruktur dan tetap menjaga suasana kondusif.
Para siswa kelas 9 memasuki ruang kelas dengan tertib. Guru pengawas memastikan seluruh proses berjalan lancar sesuai ketentuan. Meskipun suasana festival berlangsung di luar ruangan, siswa kelas 9 tetap fokus mengikuti ujian.
Pihak sekolah menegaskan bahwa penyelenggaraan festival tidak mengurangi prioritas akademik siswa. Oleh karena itu, uji coba ASKA tetap dilaksanakan sebagai bagian dari tanggung jawab pendidikan.
Kegiatan ini juga menjadi simbol keseimbangan antara aktivitas akademik dan non-akademik. Siswa diajak memahami bahwa pendidikan tidak hanya tentang kreativitas dan hiburan, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan pembelajaran.
Mengenakan pakaian olahraga saat ujicoba memberikan nuansa yang berbeda. Para siswa terlihat lebih santai namun tetap serius dalam mengerjakan soal. Suasana kelas terasa tenang dan teratur.
Guru pengawas menyampaikan bahwa kegiatan uji coba sangat penting untuk melatih kesiapan mental siswa. Selain mengukur kemampuan, kegiatan ini juga membantu siswa memahami pola soal dan manajemen waktu.
Siswa kelas 9 menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Mereka merasa festival tetap memberi suasana menyenangkan meskipun harus mengikuti agenda akademik.
Podcast Pendidikan Bersama Narasumber Bapak Dohar dan Ibu Wida
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian dalam festival adalah sesi podcast bertema pendidikan dengan menghadirkan narasumber Bapak Dohar dan Ibu Wida. Kegiatan ini berlangsung di area khusus yang telah disiapkan sebagai studio mini.
Podcast menjadi media diskusi yang dekat dengan generasi muda. Melalui format santai namun bermakna, siswa diajak memahami perjalanan dunia pendidikan dari masa ke masa.
Dalam sesi tersebut, Bapak Dohar Pandapotan Hutagalung, S.Pd membahas bagaimana sistem pendidikan mengalami perubahan signifikan. Dari metode pembelajaran tradisional hingga perkembangan teknologi digital, pendidikan terus beradaptasi mengikuti kebutuhan zaman.
Sementara itu, Ibu Sri Widaningsih, S.Pd menyampaikan pentingnya peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Menurutnya, guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga pembimbing karakter dan inspirasi bagi peserta didik.
Podcast berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mendengarkan pengalaman dan pandangan narasumber. Tidak sedikit siswa yang mencatat poin-poin penting dari diskusi.
Beberapa topik yang dibahas antara lain perubahan kurikulum, tantangan pendidikan modern, pentingnya karakter, serta perkembangan teknologi dalam pembelajaran.
Narasumber juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi. Generasi saat ini hidup di era digital yang menuntut kreativitas, komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis.
Kegiatan podcast memberikan pengalaman baru bagi siswa. Mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga belajar berdiskusi dan memahami perspektif pendidikan secara lebih luas.
Sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling menarik. Siswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait pendidikan, cita-cita, dan tantangan belajar.
Melalui podcast ini, sekolah berhasil menghadirkan ruang dialog yang inspiratif. Pendidikan tidak lagi dipahami sebagai aktivitas formal semata, tetapi sebagai proses yang terus berkembang.
Belajar Bermain Bersama HiLo sebagai Dukungan Sponsorship
Festival Karya Anak Jakarta juga mendapat dukungan dari sponsorship HiLo yang menghadirkan kegiatan belajar sambil bermain. Kehadiran sponsorship memberikan warna tersendiri dalam rangkaian acara.
Area permainan HiLo dipenuhi siswa yang antusias mencoba berbagai aktivitas interaktif. Konsep yang dihadirkan menggabungkan edukasi dan hiburan.
Para siswa diajak mengikuti permainan yang berkaitan dengan kesehatan, nutrisi, serta gaya hidup aktif. Aktivitas ini memberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Booth HiLo dirancang menarik dengan berbagai media edukatif. Siswa terlihat bersemangat mengikuti tantangan permainan.
Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman baru tentang pentingnya pola hidup sehat. Edukasi kesehatan dikemas ringan sehingga mudah dipahami.
Kegiatan sponsorship juga menjadi bukti bahwa dunia pendidikan dapat berkolaborasi dengan pihak eksternal untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menarik.
Para guru mengapresiasi dukungan tersebut karena mampu memberikan tambahan wawasan bagi siswa. Interaksi langsung membuat siswa lebih mudah memahami pesan edukasi.
Suasana area sponsorship terlihat ramai. Banyak siswa yang antre mengikuti permainan sambil bercengkerama bersama teman-teman.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Tidak harus selalu melalui buku dan papan tulis, tetapi juga melalui pengalaman langsung.
Lomba Permainan Tradisional Menumbuhkan Kebersamaan
Salah satu agenda paling meriah adalah lomba permainan tradisional. Dalam kegiatan ini, siswa mengikuti perlombaan galasin, egrang, dan bakiak.
Permainan tradisional dipilih sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus sarana membangun kerja sama. Di era modern, permainan tradisional mulai jarang dimainkan.
Lomba galasin menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Para siswa berlari, menghindar, dan bekerja sama untuk melewati lawan.
Sorak sorai terdengar dari berbagai sudut lapangan. Teman-teman yang menonton memberikan dukungan penuh kepada tim masing-masing.
Permainan egrang juga menghadirkan keseruan tersendiri. Para siswa berusaha menjaga keseimbangan sambil berjalan menggunakan egrang.
Tidak sedikit peserta yang terjatuh, namun justru menjadi momen lucu yang mengundang tawa bersama.
Sementara itu, lomba bakiak menuntut kerja sama tinggi. Setiap tim harus berjalan seirama agar tidak kehilangan keseimbangan
