- By
- 30 Jul 2026
- 3
Pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah di SMPN 270 Jakarta, Membangun Generasi Religius melalui Keteladanan dan Kebersamaan
Jakarta – Upaya membangun karakter peserta didik tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai program pembiasaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Salah satu program unggulan terbaru yang kini diterapkan di SMPN 270 Jakarta adalah Pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah bagi seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX yang dilaksanakan di Masjid Darul Ulum SMPN 270 Jakarta.
Program yang diinisiasi oleh DKM Masjid Darul Ulum SMPN 270 Jakarta ini menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter religius sebagaimana diamanatkan dalam Profil Pelajar Pancasila. Melalui pembiasaan ibadah yang dilakukan setiap hari sekolah, peserta didik tidak hanya diajak untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, tetapi juga dibimbing agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta akhlak mulia yang menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Sejak pertama kali dilaksanakan, program ini memperoleh sambutan yang sangat positif dari seluruh warga sekolah. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga pengurus DKM bekerja sama menciptakan suasana ibadah yang nyaman, tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar menjadi budaya positif yang terus tumbuh dan melekat dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Pendidikan Karakter Dimulai dari Pembiasaan
Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan sosial.
SMPN 270 Jakarta memandang bahwa pendidikan agama bukan hanya sebatas mata pelajaran di kelas. Nilai-nilai agama harus hadir dalam setiap aktivitas warga sekolah sehingga mampu menjadi budaya yang hidup dan terus berkembang.
Oleh karena itu, DKM Masjid Darul Ulum menghadirkan program pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah sebagai salah satu strategi pembentukan karakter yang dilaksanakan secara konsisten setiap hari.
Program ini diharapkan mampu menanamkan berbagai nilai positif, antara lain:
meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT;
membangun disiplin waktu;
membiasakan hidup tertib;
memperkuat ukhuwah Islamiyah;
menanamkan rasa tanggung jawab;
membentuk sikap hormat kepada guru;
melatih kepemimpinan;
membangun budaya saling mengingatkan dalam kebaikan.
Melalui pembiasaan yang dilakukan terus-menerus, peserta didik diharapkan akan menjadikan salat berjamaah sebagai kebutuhan, bukan lagi sekadar kewajiban.
Masjid Darul Ulum Menjadi Pusat Pembinaan Karakter
Masjid Darul Ulum SMPN 270 Jakarta kini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter peserta didik.
Setiap menjelang waktu Zuhur, suasana sekolah mulai berubah. Aktivitas belajar mengajar yang berlangsung di kelas secara bertahap dihentikan sementara untuk memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik mempersiapkan diri melaksanakan ibadah.
Para siswa dengan tertib mengambil air wudu sesuai antrean. Guru piket mengarahkan jalannya kegiatan sehingga seluruh peserta didik dapat memasuki area masjid secara bergiliran.
Tidak terlihat suasana gaduh ataupun saling berebut. Sebaliknya, para peserta didik mulai terbiasa menjaga ketenangan ketika memasuki rumah ibadah.
Barisan saf disusun secara rapi dan lurus. Guru-guru yang hadir turut memberikan contoh kepada peserta didik dengan ikut berdiri di saf depan.
Kebersamaan inilah yang menjadi nilai penting dalam pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah di SMPN 270 Jakarta.
Keteladanan Guru Menjadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran aktif guru dan tenaga kependidikan.
Seluruh guru tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menjadi teladan nyata bagi peserta didik.
Mereka hadir bersama siswa sejak persiapan wudu hingga selesai salat.
Melalui keteladanan tersebut, peserta didik memperoleh pembelajaran langsung mengenai pentingnya disiplin menjalankan ibadah.
Pendekatan seperti ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan nasihat di dalam kelas.
Guru menjadi contoh nyata bahwa salat berjamaah merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim.
Pengawasan Dilaksanakan Secara Bergiliran
Untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan kondusif, DKM Masjid Darul Ulum bersama manajemen sekolah menyusun jadwal piket pengawasan.
Setiap hari terdapat dua orang guru atau tenaga kependidikan yang bertugas mengawasi jalannya kegiatan.
Sistem piket ini membuat seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab bersama dalam menyukseskan program pembiasaan.
Adapun guru dan tenaga kependidikan yang mendapatkan jadwal pengawasan antara lain:
Bapak Achmad Zuher
Bapak Bahaudin
Bapak Kevin Emha Malik
Bapak Muhamad Yasin
Bapak Supriyanto
Bapak Sarim
Bapak Mahmud
Bapak Achmad Syaripudin
Bapak Rusdiyanto
Bapak Mukhtarom
Bapak Ihwan
Bapak Joko Rianto
Bapak Faisal Rochman
Bapak Hanaan
Dengan sistem bergilir tersebut, pengawasan menjadi lebih optimal sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap program yang sedang dijalankan.
Pelaksanaan Berjalan Tertib dan Kondusif
Sejak diberlakukan, pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah berlangsung dengan sangat tertib.
Peserta didik mulai memahami alur kegiatan.
Mereka mengetahui kapan harus berwudu, kapan memasuki masjid, bagaimana menyusun saf, menjaga ketenangan, mengikuti imam, hingga mendengarkan kultum singkat apabila dilaksanakan.
Guru yang bertugas juga aktif mengingatkan peserta didik mengenai adab di dalam masjid, seperti:
menjaga kebersihan;
mematikan atau menyimpan telepon genggam;
tidak bercanda;
tidak berbicara keras;
menjaga kerapian saf;
menghormati imam;
berzikir setelah salat.
Pembiasaan sederhana tersebut secara perlahan membentuk karakter disiplin dan rasa hormat terhadap tempat ibadah.
Menanamkan Nilai Disiplin
Nilai disiplin menjadi salah satu tujuan utama program ini.
Peserta didik dibiasakan menghentikan aktivitas belajar tepat waktu ketika azan berkumandang.
Mereka belajar bahwa kewajiban kepada Allah SWT harus didahulukan.
Kebiasaan disiplin dalam beribadah diharapkan akan berdampak positif terhadap kedisiplinan dalam belajar, menaati tata tertib sekolah, serta menghargai waktu.
Membentuk Kepedulian Sosial
Salat berjamaah juga mengajarkan nilai kebersamaan.
Tidak ada perbedaan antara guru, pegawai, maupun peserta didik ketika berdiri dalam satu saf.
Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT.
Nilai kesederhanaan dan persaudaraan tersebut menjadi pembelajaran yang sangat penting bagi pembentukan karakter peserta didik.
Menjadikan Masjid Sebagai Pusat Aktivitas Positif
DKM Masjid Darul Ulum terus berupaya menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan.
Selain Salat Zuhur berjamaah, berbagai kegiatan keagamaan akan terus dikembangkan, antara lain:
tadarus Al-Qur'an;
kultum harian;
pembinaan akhlak;
peringatan hari besar Islam;
pelatihan imam dan muazin;
kajian keislaman;
kegiatan sosial keagamaan.
Dengan demikian, masjid menjadi tempat yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
Sinergi Seluruh Warga Sekolah
Keberhasilan program ini merupakan hasil sinergi antara kepala sekolah, DKM Masjid Darul Ulum, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua.
Seluruh pihak memiliki visi yang sama, yaitu membentuk generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, disiplin, serta bertanggung jawab.
Budaya religius tidak mungkin tumbuh apabila hanya dibebankan kepada guru Pendidikan Agama Islam semata.
Sebaliknya, budaya tersebut harus menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah.
Investasi Karakter Jangka Panjang
Program Pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah bukan sekadar rutinitas harian, melainkan investasi karakter yang akan memberikan dampak jangka panjang. Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak usia remaja akan membentuk pola pikir dan perilaku yang terbawa hingga dewasa. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual sehingga mampu menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia.
Di tengah tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, kehadiran program-program pembinaan karakter menjadi semakin penting. SMPN 270 Jakarta meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan dukungan seluruh warga sekolah, DKM Masjid Darul Ulum akan terus mengembangkan berbagai program keagamaan yang relevan, inovatif, dan berkelanjutan. Harapannya, Masjid Darul Ulum benar-benar menjadi pusat pembinaan spiritual, tempat tumbuhnya generasi yang religius, berintegritas, disiplin, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui langkah sederhana namun penuh makna ini, SMPN 270 Jakarta menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang religius, harmonis, dan berbudaya. Pembiasaan Salat Zuhur berjamaah bukan hanya menjadi agenda harian, tetapi telah menjadi bagian dari identitas sekolah dalam membentuk peserta didik yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam iman dan takwa, serta mampu menjadi teladan di tengah keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Semoga ikhtiar ini senantiasa mendapat keberkahan dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang berkontribusi dalam membangun generasi penerus yang saleh, cerdas, dan berkarakter.
