- By Rusdi Galileo Kasatpel 270 Jakarta
- 30 Jul 2026
- 373
Skrining Kesehatan dan Anemia SMPN 270 Jakarta Bersama Puskesmas Kelapa Gading
Skrining Kesehatan dan Anemia SMPN 270 Jakarta
Bersama Puskesmas Kelapa Gading
Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Kesehatan Remaja Putri untuk Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Bebas Anemia
Jakarta – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik terus menjadi salah satu prioritas SMPN 270 Jakarta. Selain berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap kesehatan fisik dan mental para siswa sebagai fondasi utama dalam mendukung keberhasilan proses belajar mengajar.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan Skrining Kesehatan dan Pemeriksaan Anemia yang dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Kelapa Gading. Kegiatan ini secara khusus menyasar seluruh peserta didik perempuan kelas VII, VIII, dan IX sebagai bagian dari program kesehatan remaja yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendeteksi secara dini berbagai gangguan kesehatan yang kerap dialami remaja putri, khususnya anemia, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Sejak pagi hari, suasana SMPN 270 Jakarta tampak berbeda dari biasanya. Para siswi hadir dengan penuh semangat mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang telah dijadwalkan. Guru-guru pendamping mengarahkan peserta didik secara tertib menuju lokasi pemeriksaan sehingga seluruh kegiatan berlangsung dengan rapi, lancar, dan kondusif.
Program skrining kesehatan ini merupakan bagian dari sinergi antara dunia pendidikan dan sektor kesehatan dalam mendukung terwujudnya peserta didik yang sehat, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Kolaborasi Sekolah dan Puskesmas
Pelaksanaan skrining kesehatan melibatkan 10 tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Kelapa Gading yang telah berpengalaman dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Tim tenaga kesehatan yang hadir terdiri atas:
- Ibu Citra Dewi
- Ibu Deply
- Ibu Ria
- Ibu Ria
- Ibu Putri
- Ibu Maris
- Ibu Putri
- Bapak Umarizaman
- Ibu Siti Rahmi
- Ibu Marwah
Seluruh tenaga kesehatan tersebut bekerja secara terpadu sesuai bidang pemeriksaannya masing-masing sehingga seluruh peserta memperoleh pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
Kehadiran para tenaga kesehatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan bagi remaja membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan fasilitas kesehatan, demikian pula puskesmas membutuhkan dukungan sekolah agar program kesehatan masyarakat dapat menjangkau seluruh peserta didik secara optimal.
SMPN 270 Jakarta menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari implementasi Sekolah Sehat yang selama ini terus dikembangkan.
Pemeriksaan Menyeluruh
Skrining kesehatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan anemia, tetapi juga mencakup pemeriksaan kesehatan dasar yang sangat penting bagi peserta didik.
Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan antara lain:
- Pemeriksaan kesehatan gigi.
- Pemeriksaan telinga.
- Pemeriksaan hidung.
- Pemeriksaan tenggorokan.
- Pemeriksaan anemia.
Melalui pemeriksaan tersebut, petugas kesehatan dapat mengetahui kondisi kesehatan masing-masing peserta didik sehingga apabila ditemukan adanya gangguan kesehatan dapat segera dilakukan penanganan maupun tindak lanjut.
Pemeriksaan dilakukan secara sistematis. Para siswi dipanggil berdasarkan kelas masing-masing sehingga tidak mengganggu aktivitas pembelajaran secara keseluruhan.
Di setiap meja pemeriksaan, tenaga kesehatan memberikan pelayanan secara ramah, komunikatif, dan edukatif. Para peserta didik tidak hanya diperiksa, tetapi juga diberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan serta langkah-langkah menjaga kesehatan organ tubuh mereka.
Pemeriksaan gigi, misalnya, tidak hanya melihat kondisi gigi berlubang, tetapi juga kebersihan rongga mulut serta kebiasaan menyikat gigi yang benar.
Pada pemeriksaan telinga, tenaga kesehatan memastikan tidak terdapat infeksi maupun gangguan pendengaran.
Sementara pemeriksaan hidung dan tenggorokan dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan saluran pernapasan maupun infeksi yang dapat memengaruhi kesehatan peserta didik.
Semua pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini sehingga masalah kesehatan dapat diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Fokus Utama Pemeriksaan Anemia
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pemeriksaan anemia pada remaja putri.
Anemia masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang banyak ditemukan pada kelompok usia remaja, khususnya perempuan. Masa pertumbuhan yang cepat disertai dengan mulai terjadinya menstruasi menyebabkan kebutuhan zat besi meningkat secara signifikan.
Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi melalui pola makan yang baik, maka risiko terjadinya anemia akan semakin tinggi.
Dalam paparannya, Ibu Citra Dewi menjelaskan bahwa anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal sehingga kemampuan darah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang.
Menurut beliau, secara umum anemia dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu:
- Anemia ringan.
- Anemia sedang.
- Anemia berat.
Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh para siswi.
Beliau juga mengingatkan bahwa anemia bukanlah kondisi yang boleh dianggap sepele. Apabila tidak ditangani dengan baik, anemia dapat mengganggu aktivitas belajar, menurunkan konsentrasi, menyebabkan tubuh mudah lelah, pusing, mengantuk, hingga berdampak terhadap prestasi akademik.
Lebih jauh lagi, apabila kondisi anemia terjadi dalam jangka panjang, maka dapat memengaruhi kualitas kesehatan perempuan hingga masa dewasa.
Karena itulah, deteksi sejak usia sekolah menjadi langkah yang sangat penting.
Edukasi yang Mudah Dipahami
Selain pemeriksaan kesehatan, para siswi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kadar hemoglobin dalam tubuh.
Ibu Citra Dewi menjelaskan bahwa pencegahan anemia dapat dilakukan melalui pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
Beliau mengajak para siswi untuk memperbanyak konsumsi makanan yang kaya zat besi seperti hati ayam, hati sapi, daging merah, ikan, telur, bayam, daun kelor, kacang-kacangan, tempe, tahu, serta berbagai sayuran hijau lainnya.
Selain itu, konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C juga sangat dianjurkan karena membantu penyerapan zat besi menjadi lebih optimal.
Sebaliknya, para siswi juga diingatkan agar tidak terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji yang rendah kandungan gizi.
Tidak kalah penting, peserta didik diberikan pemahaman mengenai pentingnya sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah.
Kebiasaan tidak sarapan menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi dan nutrisi sehingga memperbesar risiko anemia.
Edukasi yang diberikan berlangsung secara interaktif. Para siswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan mengenai penyebab anemia, gejala yang sering dirasakan, hingga cara mengatasinya.
Suasana penyuluhan berlangsung hidup karena tenaga kesehatan memberikan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para remaja.
Pemberian Tablet Tambah Darah
Sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil pemeriksaan, tenaga kesehatan juga memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada peserta didik yang terindikasi mengalami anemia.
Pemberian tablet tambah darah merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya menurunkan angka anemia pada remaja putri.
Para siswi diberikan penjelasan mengenai cara mengonsumsi tablet tambah darah yang benar, waktu yang tepat untuk meminumnya, serta manfaat yang akan diperoleh apabila dikonsumsi secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Petugas juga mengingatkan bahwa tablet tambah darah bukan sekadar obat, melainkan suplemen yang membantu memenuhi kebutuhan zat besi tubuh sehingga produksi sel darah merah dapat berjalan secara optimal.
Para siswi tampak menyimak dengan serius seluruh penjelasan tersebut.
Harapannya, setelah memperoleh edukasi ini, mereka semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dan tidak lagi menganggap remeh gejala-gejala anemia yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Pendampingan Guru UKS Menjadi Kunci Kelancaran Kegiatan
Keberhasilan pelaksanaan skrining kesehatan di SMPN 270 Jakarta tidak hanya ditentukan oleh kesiapan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kelapa Gading, tetapi juga berkat dukungan penuh dari pihak sekolah. Sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, koordinasi antara sekolah dan puskesmas berlangsung dengan sangat baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal.
Dalam kegiatan tersebut, guru pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Ibu Devita Aryanti dan Ibu Lailatussholiha, berperan aktif mendampingi peserta didik selama proses pemeriksaan berlangsung. Keduanya mengatur alur kedatangan setiap kelas, memastikan peserta didik mengikuti tahapan pemeriksaan secara tertib, sekaligus memberikan motivasi agar para siswi tidak merasa cemas ketika menjalani pemeriksaan kesehatan.
Sejak pagi hari, kedua guru pembina UKS telah mempersiapkan seluruh kebutuhan administrasi, daftar hadir peserta, hingga pembagian kelompok pemeriksaan. Dengan sistem tersebut, tidak terjadi penumpukan antrean sehingga pelayanan kesehatan dapat berlangsung secara efektif.
Pendampingan guru UKS juga memberikan rasa nyaman bagi para siswi. Banyak peserta didik yang awalnya merasa gugup ketika akan diperiksa menjadi lebih tenang setelah memperoleh arahan dari guru pendamping. Kehadiran guru sebagai figur yang dekat dengan siswa menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana pemeriksaan yang kondusif.
Selain membantu kelancaran teknis kegiatan, guru UKS juga berperan sebagai penghubung antara pihak sekolah dengan tenaga kesehatan. Apabila ditemukan peserta didik yang memerlukan perhatian khusus, informasi tersebut dapat segera dikoordinasikan sehingga tindak lanjut dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Monitoring Langsung dari Plt. Kasatlakdikcam Kelapa Gading

Bentuk dukungan terhadap program kesehatan sekolah semakin terlihat dengan hadirnya Plt. Kasatlakdikcam Kelapa Gading, Ibu Aminatus Sholehah, yang secara langsung melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan.
Kehadiran beliau menunjukkan bahwa program skrining kesehatan merupakan salah satu kegiatan strategis yang mendapat perhatian dari jajaran Dinas Pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, beliau berkeliling meninjau setiap meja pemeriksaan sambil berdialog dengan tenaga kesehatan, guru pendamping, dan peserta didik.
Beliau mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara SMPN 270 Jakarta dengan Puskesmas Kelapa Gading. Menurutnya, kolaborasi seperti ini perlu terus dipertahankan karena memberikan manfaat besar bagi kesehatan peserta didik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.
Beliau juga menyampaikan bahwa kesehatan peserta didik merupakan investasi jangka panjang. Anak-anak yang sehat akan memiliki semangat belajar yang tinggi, tingkat konsentrasi yang baik, serta mampu mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara maksimal.
Di sela-sela monitoring, beliau menyempatkan diri berbincang dengan beberapa siswi mengenai pengalaman mereka mengikuti pemeriksaan kesehatan. Para peserta mengaku senang karena mendapatkan pengetahuan baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh, khususnya pencegahan anemia.
Kasatpel SMPN 270 Jakarta Turut Memantau Jalannya Kegiatan
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasatpel SMPN 270 Jakarta yang secara langsung memantau pelaksanaan skrining kesehatan sejak awal hingga akhir kegiatan.
Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur, pelayanan diberikan secara maksimal kepada peserta didik, serta seluruh fasilitas pendukung dapat dimanfaatkan dengan baik.
Kasatpel SMPN 270 Jakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan Puskesmas Kelapa Gading yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.
Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, serta pembina UKS yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut beliau, kesehatan peserta didik merupakan salah satu prioritas sekolah karena memiliki hubungan yang sangat erat dengan kualitas pembelajaran. Peserta didik yang sehat akan lebih mudah menerima materi pelajaran, memiliki tingkat kehadiran yang tinggi, serta lebih aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah.
Oleh karena itu, kegiatan skrining kesehatan tidak hanya dipandang sebagai program rutin, tetapi merupakan investasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Pemeriksaan Berlangsung Tertib dan Kondusif
Sepanjang pelaksanaan kegiatan, suasana sekolah tampak tertib dan kondusif. Para peserta didik mengikuti setiap tahapan pemeriksaan sesuai arahan petugas.
Kelas demi kelas memasuki ruang pemeriksaan secara bergantian. Sementara menunggu giliran, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal sehingga proses pembelajaran tidak terganggu.
Petugas kesehatan bekerja secara profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Setiap peserta diperiksa secara teliti, diberikan penjelasan mengenai kondisi kesehatannya, serta memperoleh edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan apabila ditemukan faktor risiko tertentu.
Suasana penuh keakraban juga terlihat ketika tenaga kesehatan memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat. Para siswi tampak antusias mendengarkan materi yang disampaikan, bahkan tidak sedikit yang aktif bertanya mengenai kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan anemia.
Diskusi berlangsung interaktif sehingga penyuluhan kesehatan terasa lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Pentingnya Pencegahan Sejak Usia Remaja
Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang sangat pesat. Pada fase ini tubuh memerlukan asupan nutrisi yang cukup agar seluruh organ dapat berkembang secara optimal.
Namun demikian, masih banyak remaja yang memiliki pola makan kurang sehat, sering melewatkan sarapan, mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan, atau menjalani pola hidup yang kurang seimbang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko anemia pada remaja putri.
Melalui kegiatan skrining kesehatan ini, peserta didik diharapkan semakin memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya ketika sakit, tetapi dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, menjaga kebersihan diri, serta mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Program ini menjadi bentuk pendidikan kesehatan yang sangat penting karena mampu membangun kesadaran peserta didik untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya sendiri.
Tindak Lanjut Selama Empat Bulan
Salah satu keunggulan kegiatan skrining kesehatan kali ini adalah adanya tindak lanjut yang berkesinambungan. Peserta didik yang terindikasi mengalami anemia tidak hanya diberikan tablet tambah darah, tetapi juga akan mendapatkan pemantauan secara berkala selama empat bulan.
Program monitoring ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan peserta didik setelah memperoleh edukasi dan intervensi dari tenaga kesehatan.
Selama masa pemantauan tersebut, peserta didik akan terus diberikan pendampingan mengenai kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah, penerapan pola makan bergizi seimbang, serta kebiasaan hidup sehat yang mendukung peningkatan kadar hemoglobin.
Dengan adanya evaluasi berkala, diharapkan kondisi anemia yang dialami peserta didik dapat segera membaik sehingga mereka dapat menjalani aktivitas belajar dengan lebih optimal.
Membangun Kesadaran Hidup Sehat
Lebih dari sekadar pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
SMPN 270 Jakarta meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas kesehatan peserta didik.
Sekolah yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat. Sebaliknya, peserta didik yang sehat akan mampu belajar dengan penuh semangat, berpikir lebih fokus, serta memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.
Oleh karena itu, pendidikan kesehatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan.
Melalui edukasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan, peserta didik memperoleh bekal pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut diharapkan juga dapat disampaikan kepada keluarga di rumah sehingga manfaat program ini semakin luas dirasakan oleh masyarakat.
Sinergi Pendidikan dan Kesehatan
Keberhasilan pelaksanaan skrining kesehatan menjadi contoh nyata pentingnya sinergi antara sekolah, puskesmas, dan pemerintah dalam membangun generasi muda yang sehat.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memerlukan dukungan pelayanan kesehatan yang baik.
SMPN 270 Jakarta selama ini terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung program Sekolah Sehat, mulai dari pembinaan UKS, edukasi kesehatan, pemeriksaan berkala, hingga berbagai program promotif dan preventif lainnya.
Kegiatan skrining kesehatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut.
Apresiasi kepada Seluruh Pihak
Pihak sekolah menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan Puskesmas Kelapa Gading yang telah melaksanakan pemeriksaan dengan penuh dedikasi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada:
- Ibu Citra Dewi
- Ibu Deply
- Ibu Ria
- Ibu Ria
- Ibu Putri
- Ibu Maris
- Ibu Putri
- Bapak Umarizaman
- Ibu Siti Rahmi
- Ibu Marwah
Apresiasi juga diberikan kepada guru pembina UKS, Ibu Devita Aryanti dan Ibu Lailatussholiha, yang telah mendampingi peserta didik selama kegiatan berlangsung.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Plt. Kasatlakdikcam Kelapa Gading, Ibu Aminatus Sholehah, atas perhatian dan monitoring langsung terhadap pelaksanaan kegiatan, serta kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan SMPN 270 Jakarta yang telah membantu kelancaran acara.
Penutup
Pelaksanaan Skrining Kesehatan dan Pemeriksaan Anemia di SMPN 270 Jakarta menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kesehatan peserta didik merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Melalui pemeriksaan kesehatan gigi, telinga, hidung, tenggorokan, serta deteksi dini anemia, peserta didik memperoleh manfaat yang sangat besar, tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga memahami langkah-langkah menjaga tubuh agar tetap sehat.
Program pemberian tablet tambah darah yang disertai edukasi gizi serta pemantauan selama empat bulan menunjukkan bahwa upaya pencegahan anemia dilakukan secara serius, terencana, dan berkelanjutan.
Harapan besar pun disematkan kepada seluruh peserta didik agar mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, menjaga asupan gizi, rajin mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, serta senantiasa peduli terhadap kondisi kesehatannya.
Dengan kolaborasi yang erat antara SMPN 270 Jakarta, Puskesmas Kelapa Gading, para guru, tenaga kesehatan, orang tua, serta pemerintah, diharapkan akan lahir generasi muda yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter. Generasi inilah yang kelak menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju, berkualitas, dan berdaya saing.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam kondisi sehat, memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai, dan mendapatkan kesempatan belajar secara optimal tanpa terhambat oleh masalah kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.














