- By Rusdi Galileo Kasatpel 270 Jakarta
- 02 Sep 2026
- 729
CEK KESEHATAN GRATIS (CKG) DAN SKRINING KESEHATAN PESERTA DIDIK SMPN 270 JAKARTA
CEK KESEHATAN GRATIS (CKG) DAN SKRINING KESEHATAN PESERTA DIDIK SMPN 270 JAKARTA

Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan bagi Peserta Didik Kelas VII, VIII, dan IX
Jakarta, 1–2 September 2026 — Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik terus dilakukan oleh SMPN 270 Jakarta. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah pelaksanaan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau skrining kesehatan bagi peserta didik yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading.
Kegiatan Cek Kesehatan Gratis atau skrining kesehatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yaitu Selasa, 1 September 2026, dan Rabu, 2 September 2026. Kegiatan diikuti oleh peserta didik kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX SMPN 270 Jakarta.
Pelaksanaan CKG ini merupakan bagian dari perhatian sekolah terhadap kesehatan peserta didik sekaligus tindak lanjut dari pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Dengan adanya pemeriksaan lanjutan, kondisi kesehatan peserta didik dapat terus dipantau secara berkala sehingga berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan dapat diketahui dan mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan.
Pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan ini mencakup beberapa aspek kesehatan dasar, yaitu pemeriksaan mata, pemeriksaan gigi, pemeriksaan telinga, pemeriksaan kulit, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala SMPN 270 Jakarta, Ibu Siti Aminah, M.Pd., serta Kasatpel SMPN 270 Jakarta, Bapak Rusdiyanto. Kegiatan juga mendapatkan pendampingan dari Pembina UKS SMPN 270 Jakarta, Ibu Lailatussholiha dan Ibu Devita Aryanti.
Sementara itu, dari pihak Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, kegiatan CKG melibatkan dokter dan tenaga kesehatan, yaitu:
dr. Iship – Pustus PGS 2B;
Maris Mauli Sibarani, A.Md. Kep.;
Eka Putri Yulia Ningsih, A.Md. Kes.;
Hersy Ade Neneng C, A.Md. Keb.;
Gustry Nikita I W, A.Md. Kes.;
Roli Wahyu Oktavia, SKM; dan
Umaruzzaman, M.K.M.
Kehadiran tim dokter dan tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Mereka memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada peserta didik sekaligus mendukung upaya sekolah dalam membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif. Peserta didik mengikuti setiap tahapan pemeriksaan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh petugas kesehatan dan pendamping dari sekolah.
Kesehatan Peserta Didik Menjadi Bagian Penting dalam Pendidikan
Sekolah bukan hanya tempat peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan akademik. Sekolah juga merupakan lingkungan penting dalam membentuk karakter, kebiasaan, serta pola hidup peserta didik.
Salah satu kebiasaan yang perlu dibangun sejak usia sekolah adalah kesadaran untuk menjaga kesehatan.
Kesehatan memiliki hubungan erat dengan keberhasilan proses pembelajaran. Peserta didik yang memiliki kondisi tubuh yang sehat akan lebih siap mengikuti kegiatan belajar, berkonsentrasi, berinteraksi dengan guru dan teman, serta mengikuti berbagai kegiatan sekolah.
Sebaliknya, gangguan kesehatan yang tidak diketahui dapat memberikan dampak terhadap aktivitas peserta didik.
Gangguan penglihatan, misalnya, dapat menyebabkan peserta didik kesulitan membaca tulisan di papan tulis. Gangguan gigi dapat menyebabkan rasa sakit yang mengganggu konsentrasi. Gangguan telinga atau pendengaran dapat menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan menerima informasi dalam pembelajaran.
Permasalahan kulit juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan, sedangkan kondisi pertumbuhan yang perlu mendapatkan perhatian dapat diketahui melalui pemantauan berat badan dan tinggi badan.
Karena itu, kegiatan skrining kesehatan di sekolah memiliki nilai penting sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pemantauan kesehatan peserta didik.
CKG sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Peserta Didik
Pelaksanaan CKG di SMPN 270 Jakarta menunjukkan adanya perhatian terhadap peserta didik secara menyeluruh.
Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam memberikan lingkungan yang mendukung kesehatan, keselamatan, kenyamanan, dan perkembangan peserta didik.
Melalui kegiatan CKG, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan dasar mereka.
Pemeriksaan dilakukan terhadap beberapa bagian tubuh dan kondisi fisik yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas belajar sehari-hari.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu seseorang mengalami sakit.
Pemeriksaan secara berkala dapat membantu seseorang lebih memahami kondisi tubuhnya dan meningkatkan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat.
Pelaksanaan CKG Selama Dua Hari
Kegiatan CKG dilaksanakan selama dua hari, yaitu Selasa, 1 September 2026, dan Rabu, 2 September 2026.
Pembagian pelaksanaan menjadi dua hari dilakukan agar proses pemeriksaan peserta didik kelas VII, VIII, dan IX dapat berjalan secara teratur dan efektif.
Pihak sekolah melakukan koordinasi dengan tim kesehatan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading. Pembina UKS juga turut mendampingi kegiatan untuk membantu mengatur peserta didik dan memastikan proses pemeriksaan berlangsung tertib.
Peserta didik diarahkan mengikuti alur pemeriksaan secara bergantian.
Setiap peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menjalani pemeriksaan sesuai dengan tahapan yang telah disiapkan.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik mengikuti arahan petugas kesehatan dengan baik.
Suasana pemeriksaan berlangsung kondusif dan tidak mengganggu kegiatan sekolah secara keseluruhan.
Koordinasi yang baik antara pihak sekolah dan tim kesehatan menjadi salah satu faktor penting sehingga kegiatan dapat berjalan lancar selama dua hari.
Pemeriksaan Mata
Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan mata.
Mata merupakan salah satu organ yang memiliki peranan sangat penting dalam kegiatan pembelajaran.
Peserta didik menggunakan kemampuan penglihatan ketika membaca buku, melihat tulisan di papan tulis, menggunakan komputer atau perangkat digital, mengamati gambar dan video pembelajaran, serta melakukan berbagai aktivitas praktik.
Gangguan penglihatan terkadang tidak disadari oleh peserta didik. Ada peserta didik yang mungkin mengalami kesulitan melihat tulisan dari jarak jauh tetapi menganggap kondisi tersebut sebagai sesuatu yang biasa.
Skrining mata menjadi penting untuk membantu mengetahui kondisi penglihatan peserta didik.
Apabila terdapat kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan.
Selain pemeriksaan, peserta didik juga diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mata.
Penggunaan perangkat digital secara bijak, pencahayaan yang cukup saat membaca, menjaga jarak pandang, dan memberikan waktu istirahat kepada mata merupakan beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemeriksaan Gigi
Aspek berikutnya adalah pemeriksaan gigi.
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh.
Gigi yang sehat membantu peserta didik mengunyah makanan dengan baik dan memberikan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Masalah gigi seperti sakit gigi dapat mengganggu konsentrasi peserta didik ketika mengikuti pembelajaran.
Oleh sebab itu, pemeriksaan gigi menjadi bagian penting dalam skrining kesehatan.
Peserta didik dapat mengetahui kondisi kesehatan giginya dan mendapatkan perhatian apabila terdapat kondisi yang memerlukan tindak lanjut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi peserta didik untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Kebiasaan menyikat gigi secara teratur, menjaga kebersihan mulut, memperhatikan konsumsi makanan dan minuman, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala merupakan bagian dari perilaku hidup sehat.
Pemeriksaan Telinga
Pemeriksaan telinga juga menjadi bagian dari kegiatan CKG.
Telinga memiliki peran penting dalam proses komunikasi dan pembelajaran.
Kemampuan mendengar yang baik membantu peserta didik memahami penjelasan guru, menerima instruksi, berkomunikasi dengan teman, serta mengikuti berbagai aktivitas di sekolah.
Gangguan pendengaran yang tidak diketahui dapat berpengaruh terhadap proses pembelajaran.
Melalui skrining telinga, kondisi telinga dan kemampuan pendengaran peserta didik dapat diperhatikan sejak dini.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan telinga.
Peserta didik diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat berisiko menimbulkan gangguan pada telinga dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan.
Pemeriksaan Kulit
Pemeriksaan berikutnya adalah pemeriksaan kulit.
Kulit merupakan bagian tubuh yang berfungsi sebagai pelindung. Kesehatan kulit juga berkaitan erat dengan kebersihan diri dan lingkungan.
Pada usia remaja, peserta didik mengalami berbagai perubahan fisik. Karena itu, menjaga kebersihan tubuh menjadi salah satu kebiasaan penting yang perlu ditanamkan.
Melalui pemeriksaan kulit, kondisi kesehatan kulit peserta didik dapat diperhatikan sebagai bagian dari skrining kesehatan.
Peserta didik juga diingatkan bahwa kebersihan diri merupakan bagian dari pola hidup sehat.
Mandi secara teratur, mengganti pakaian, menjaga kebersihan tangan dan kuku, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
Pengukuran Berat Badan dan Tinggi Badan
Selain pemeriksaan organ tubuh, peserta didik juga menjalani pengukuran berat badan dan tinggi badan.
Pengukuran tersebut merupakan bagian dari pemantauan pertumbuhan peserta didik.
Peserta didik SMP berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang dinamis. Perubahan tinggi dan berat badan dapat terjadi seiring dengan pertambahan usia.
Data pengukuran dapat menjadi informasi dasar dalam pemantauan kondisi fisik peserta didik.
Hasil pengukuran juga dapat menjadi bahan edukasi mengenai pentingnya pola makan seimbang, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, dan gaya hidup sehat.
Peserta didik diharapkan memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tentang mencegah penyakit, tetapi juga mendukung pertumbuhan dan kebugaran tubuh.
Tindak Lanjut Pemeriksaan Kesehatan Sebelumnya
Salah satu hal penting dalam kegiatan CKG kali ini adalah bahwa pemeriksaan tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan kesehatan sebelumnya.
Pemantauan kesehatan secara berkala menjadi penting karena kondisi seseorang dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Dengan pemeriksaan lanjutan, informasi mengenai kondisi kesehatan peserta didik dapat terus diperhatikan.
Skrining juga merupakan langkah awal untuk mengetahui apakah terdapat kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Hasil skrining tidak serta-merta menjadi diagnosis suatu penyakit. Apabila terdapat temuan tertentu, tindak lanjut dapat dilakukan melalui pemeriksaan yang lebih lengkap oleh tenaga kesehatan sesuai kebutuhan.
Pendekatan ini membantu sekolah dan keluarga memberikan perhatian yang lebih tepat kepada peserta didik.
Peran UKS dalam Kegiatan CKG
Pelaksanaan CKG juga memperkuat peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMPN 270 Jakarta.
Pembina UKS, Ibu Lailatussholiha dan Ibu Devita Aryanti, turut memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
UKS memiliki peranan penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Peran UKS tidak hanya berkaitan dengan pertolongan pertama ketika peserta didik mengalami keluhan kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta dukungan terhadap kegiatan promotif dan preventif.
Melalui kegiatan CKG, UKS dapat menjadi penghubung antara peserta didik, sekolah, dan tenaga kesehatan.
Pendampingan yang diberikan membantu memastikan peserta didik mengikuti pemeriksaan dengan tertib.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi UKS untuk terus mengembangkan program kesehatan sekolah.
Peran Kepala Sekolah dan Kasatpel
Kegiatan CKG mendapatkan dukungan dari jajaran manajemen SMPN 270 Jakarta.
Kepala SMPN 270 Jakarta, Ibu Siti Aminah, M.Pd., hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan peserta didik.
Kehadiran kepala sekolah menunjukkan bahwa kesehatan merupakan salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan.
Sementara itu, Kasatpel SMPN 270 Jakarta, Bapak Rusdiyanto, turut hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan.
Dukungan pimpinan sekolah memberikan motivasi bagi seluruh unsur yang terlibat untuk melaksanakan kegiatan dengan sebaik-baiknya.
Koordinasi antara pimpinan sekolah, pembina UKS, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta tim kesehatan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading berjalan dengan baik.
Tim Dokter dan Tenaga Kesehatan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tidak terlepas dari peran dokter dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading.
Tim kesehatan yang terlibat dalam kegiatan CKG SMPN 270 Jakarta terdiri atas:
dr. Iship – Pustus PGS 2B
Maris Mauli Sibarani, A.Md. Kep.
Eka Putri Yulia Ningsih, A.Md. Kes.
Hersy Ade Neneng C, A.Md. Keb.
Gustry Nikita I W, A.Md. Kes.
Roli Wahyu Oktavia, SKM
Umaruzzaman, M.K.M.
Keterlibatan para dokter dan tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan skrining kepada peserta didik.
Tim kesehatan melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.
Kehadiran tenaga kesehatan profesional juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berinteraksi secara langsung dengan petugas kesehatan.
Hal tersebut menjadi pengalaman edukatif yang dapat meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Kolaborasi Sekolah dan Puskesmas
Kegiatan CKG merupakan bentuk nyata sinergi antara SMPN 270 Jakarta dan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading.
Sekolah memiliki peran dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, sedangkan Puskesmas memiliki kompetensi dan sumber daya dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Kolaborasi kedua pihak memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.
Puskesmas menghadirkan tenaga kesehatan untuk melaksanakan pemeriksaan, sementara pihak sekolah memberikan dukungan tempat, pengaturan peserta didik, pendampingan UKS, dan koordinasi pelaksanaan kegiatan.
Sinergi seperti ini menjadi penting dalam membangun generasi muda yang sehat.
Kesehatan peserta didik merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Peserta Didik Mengikuti Pemeriksaan dengan Antusias
Peserta didik kelas VII, VIII, dan IX mengikuti kegiatan pemeriksaan dengan tertib.
Mereka diarahkan untuk mengikuti setiap tahapan sesuai petunjuk petugas kesehatan.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada peserta didik bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan hal yang penting dan sebaiknya dilakukan secara berkala.
Bagi peserta didik, CKG juga menjadi kesempatan untuk lebih mengenal kondisi tubuh mereka.
Melalui pemeriksaan mata, gigi, telinga, kulit, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan, peserta didik dapat memahami bahwa setiap bagian tubuh membutuhkan perhatian dan perawatan.
Kesadaran tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan hidup sehat.
Membangun Kesadaran Hidup Sehat
Kegiatan CKG tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan.
Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran peserta didik mengenai pentingnya kesehatan.
Kebiasaan hidup sehat harus dimulai dari hal-hal sederhana.
Peserta didik dapat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, mencukupi kebutuhan air, melakukan aktivitas fisik, menjaga kebersihan diri, mencukupi waktu tidur dan istirahat, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Peserta didik juga perlu memahami pentingnya membatasi kebiasaan yang dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan.
Sekolah dapat terus memberikan edukasi dan pembiasaan sehingga perilaku hidup sehat menjadi bagian dari budaya sekolah.
Kesehatan Mendukung Proses Pembelajaran
Kondisi kesehatan yang baik dapat membantu peserta didik mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Ketika peserta didik memiliki penglihatan yang baik, mereka dapat membaca dan melihat materi pembelajaran dengan lebih nyaman.
Ketika kesehatan gigi terjaga, peserta didik dapat menjalankan aktivitas tanpa terganggu rasa sakit.
Kemampuan mendengar yang baik membantu peserta didik menerima informasi dari guru.
Kondisi kulit yang terjaga mendukung kenyamanan dalam beraktivitas.
Sementara itu, pemantauan berat badan dan tinggi badan dapat membantu memperhatikan pertumbuhan peserta didik.
Semua aspek tersebut menunjukkan bahwa kesehatan memiliki hubungan erat dengan proses pendidikan.
Karena itu, perhatian terhadap kesehatan peserta didik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pentingnya Deteksi Dini
Salah satu manfaat utama skrining kesehatan adalah mendukung deteksi dini.
Tidak semua gangguan kesehatan langsung menunjukkan gejala yang mudah dikenali.
Dengan pemeriksaan, kondisi tertentu dapat diketahui lebih awal sehingga dapat dipertimbangkan tindak lanjut yang sesuai.
Skrining bukan merupakan pengganti diagnosis medis, tetapi menjadi salah satu langkah awal dalam pemantauan kesehatan.
Apabila terdapat hasil pemeriksaan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, peserta didik dapat memperoleh arahan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Dengan demikian, CKG menjadi bagian dari proses pemantauan kesehatan yang lebih berkesinambungan.
Pentingnya Peran Keluarga
Upaya menjaga kesehatan peserta didik tidak dapat dilakukan oleh sekolah dan Puskesmas saja.
Keluarga juga memiliki peranan yang sangat penting.
Orang tua atau wali diharapkan dapat memperhatikan kondisi kesehatan anak setelah mengikuti pemeriksaan.
Apabila terdapat rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, keluarga dapat membantu memastikan peserta didik memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan.
Di rumah, orang tua juga dapat mendukung penerapan pola hidup sehat, termasuk memperhatikan makanan, waktu tidur, kebersihan diri, aktivitas fisik, serta penggunaan perangkat digital.
Dengan kerja sama antara sekolah dan keluarga, upaya menjaga kesehatan peserta didik dapat dilakukan secara lebih optimal.
Lingkungan Sekolah yang Sehat
Kegiatan CKG juga menjadi pengingat bahwa lingkungan sekolah harus terus dijaga agar tetap sehat dan nyaman.
Kebersihan ruang kelas, toilet, kantin, halaman sekolah, tempat sampah, serta fasilitas umum lainnya perlu menjadi perhatian bersama.
Peserta didik perlu dilibatkan dalam menjaga lingkungan sekolah.
Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan, menjaga kebersihan kelas, dan tidak merusak fasilitas sekolah merupakan contoh perilaku sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Lingkungan yang bersih dan sehat akan memberikan suasana belajar yang lebih nyaman.
Pelaksanaan Hari Pertama
Pada Selasa, 1 September 2026, rangkaian CKG mulai dilaksanakan.
Pihak sekolah bersama Pembina UKS melakukan koordinasi dengan tim dokter dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading.
Peserta didik mengikuti jadwal pemeriksaan sesuai dengan pengaturan yang telah disiapkan.
Pemeriksaan meliputi mata, gigi, telinga, kulit, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan.
Selama pelaksanaan hari pertama, peserta didik mengikuti arahan petugas dengan baik.
Pihak sekolah juga melakukan pendampingan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib.
Kegiatan hari pertama dapat berlangsung dengan lancar dan kondusif.
Pelaksanaan Hari Kedua
Pada Rabu, 2 September 2026, kegiatan CKG dilanjutkan.
Peserta didik yang mendapatkan jadwal pemeriksaan kembali mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan.
Tim kesehatan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading tetap memberikan pelayanan dan melakukan pemeriksaan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.
Pembina UKS bersama unsur sekolah melakukan pendampingan terhadap peserta didik.
Kegiatan hari kedua berlangsung tertib dan lancar.
Dengan selesainya kegiatan pada hari kedua, seluruh rangkaian CKG selama dua hari dapat dilaksanakan dengan baik.
Apresiasi kepada Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading
SMPN 270 Jakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading atas dukungan dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dan skrining kesehatan bagi peserta didik.
Apresiasi secara khusus disampaikan kepada seluruh tim dokter dan tenaga kesehatan yang terlibat, yaitu dr. Iship, Maris Mauli Sibarani, A.Md. Kep., Eka Putri Yulia Ningsih, A.Md. Kes., Hersy Ade Neneng C, A.Md. Keb., Gustry Nikita I W, A.Md. Kes., Roli Wahyu Oktavia, SKM, dan Umaruzzaman, M.K.M.
Dedikasi dan pelayanan yang diberikan selama dua hari menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan.
Kehadiran tim kesehatan di lingkungan sekolah memberikan manfaat langsung bagi peserta didik sekaligus memperkuat kerja sama antara sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Harapan untuk Kegiatan Kesehatan Berkelanjutan
SMPN 270 Jakarta berharap kegiatan seperti CKG dan skrining kesehatan dapat terus menjadi bagian dari program kesehatan sekolah.
Pemeriksaan secara berkala dapat membantu meningkatkan kesadaran peserta didik bahwa kesehatan harus dijaga sepanjang waktu.
Sekolah juga berharap peserta didik dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan ini dalam kehidupan sehari-hari.
Kesehatan mata, gigi, telinga, kulit, serta pertumbuhan fisik perlu mendapatkan perhatian secara konsisten.
Selain itu, peserta didik diharapkan memiliki kebiasaan makan sehat, aktif bergerak, cukup beristirahat, menjaga kebersihan diri, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Penutup
Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining kesehatan peserta didik SMPN 270 Jakarta pada Selasa dan Rabu, 1–2 September 2026, telah berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif.
Kegiatan yang diikuti peserta didik kelas VII, VIII, dan IX tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut pemeriksaan kesehatan sebelumnya.
Pemeriksaan meliputi pemeriksaan mata, gigi, telinga, kulit, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen SMPN 270 Jakarta dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan peserta didik.
Kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak, khususnya Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, jajaran manajemen SMPN 270 Jakarta, UKS, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik.
SMPN 270 Jakarta menyampaikan apresiasi kepada dr. Iship, Maris Mauli Sibarani, A.Md. Kep., Eka Putri Yulia Ningsih, A.Md. Kes., Hersy Ade Neneng C, A.Md. Keb., Gustry Nikita I W, A.Md. Kes., Roli Wahyu Oktavia, SKM, dan Umaruzzaman, M.K.M. atas keterlibatan dan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Apresiasi juga diberikan kepada Ibu Siti Aminah, M.Pd., selaku Kepala SMPN 270 Jakarta, Bapak Rusdiyanto selaku Kasatpel SMPN 270 Jakarta, serta Ibu Lailatussholiha dan Ibu Devita Aryanti selaku Pembina UKS SMPN 270 Jakarta yang telah memberikan dukungan dan pendampingan.
Kegiatan CKG ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pemeriksaan semata, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran seluruh peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Peserta didik yang sehat akan lebih siap belajar, beraktivitas, berprestasi, dan mengembangkan potensi dirinya.
Pada akhirnya, kesehatan peserta didik merupakan investasi penting bagi masa depan. Melalui sinergi antara sekolah, Puskesmas, UKS, keluarga, dan masyarakat, diharapkan SMPN 270 Jakarta dapat terus menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Sehat Peserta Didiknya, Nyaman Sekolahnya, Optimal Pembelajarannya, dan Cerah Masa Depannya.


















