- By Rusdi Galileo Kasatpel 270 Jakarta
- 25 Nov 2025
- 36
PERINGATAN HARI GURU NASIONAL SMPN 270 JAKARTA
PERINGATAN HARI GURU NASIONAL SMPN 270 JAKARTA

Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan dedikasi para pendidik di seluruh penjuru negeri. Tahun ini, SMPN 270 Jakarta menyelenggarakan peringatan Hari Guru dengan penuh kemegahan, khidmat, dan sarat makna. Pada momentum istimewa ini, seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa-siswi SMPN 270 Jakarta bersatu dalam suasana kekeluargaan yang hangat, meneguhkan kembali komitmen untuk memajukan pendidikan Indonesia.
Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, sebagaimana tema resmi yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Semangat tema tersebut tampak jelas mewarnai seluruh rangkaian kegiatan di SMPN 270 Jakarta, mulai dari upacara bendera hingga penampilan paduan suara guru.
PERSIAPAN UPACARA: GURU MEMEGANG PERAN UTAMA
Sejak pukul 06.00 WIB, halaman SMPN 270 Jakarta sudah tampak ramai oleh kehadiran guru dan siswa. Berbeda dari upacara pada hari-hari biasa yang biasa dilaksanakan oleh OSIS atau siswa pengurus upacara, pada momentum Hari Guru seluruh petugas upacara berasal dari kalangan guru. Hal ini merupakan bentuk simbolis penghargaan terhadap para pendidik yang selama ini mengabdikan diri pada dunia pendidikan.
Para guru terlihat mengenakan seragam batik PGRI dengan kerapihan dan semangat yang sangat mencolok. Beberapa guru yang bertugas sebagai pengibar bendera, pembaca naskah, protokol, maupun dirigen melakukan kesiapan akhir sebelum upacara dimulai. Panitia memastikan bahwa tata suara, bendera, dan perlengkapan lainnya siap digunakan.
Guru sebagai pemimpin upacara menjadi momentum yang jarang terjadi dan memberikan nuansa baru yang sangat berkesan. “Momentum ini adalah sebuah penghargaan bagi kami. Setahun sekali kami merasakan bagaimana berdiri di lapangan sebagai pengisi seluruh peran dalam upacara,” ujar salah satu guru dengan penuh bangga.
PELAKSANAAN UPACARA BENDERA HARI GURU
Pada pukul 07.00 WIB, upacara resmi dimulai. Barisan siswa-siswi tampak berdiri rapi di lapangan utama, sementara dewan guru menempati posisi barisan khusus sebagai bentuk penghormatan terhadap profesi mereka.
1. Pemimpin Upacara: Bapak Dohar Pandapotan Hutabarat
Bapak Dohar Pandapotan Hutabarat bertugas sebagai pemimpin upacara. Beliau memimpin jalannya upacara dengan lantang, tegas, dan penuh wibawa. Setiap komando yang beliau ucapkan disambut dengan sigap oleh seluruh peserta.
Dalam wawancara singkat seusai upacara, beliau mengatakan:
“Menjadi pemimpin upacara pada Hari Guru adalah pengalaman berharga. Biasanya siswa yang menjalankan tugas ini, tetapi hari ini kami yang berdiri mengemban peran tersebut. Ini membuat kami semakin merasakan kedisiplinan yang selama ini kami ajarkan kepada siswa.”
2. Pasukan Pengibar Bendera
Tiga guru pilihan mendapat amanah sebagai pengibar bendera merah putih, yaitu:
-
Ibu Waqiah
-
Ibu Sri Prihatin
-
Ibu Sri Widaningsih
Ketiganya berjalan menuju tiang bendera dengan langkah tegap dan penuh percaya diri. Proses pengibaran berlangsung sangat khidmat, diiringi musik instrumen nasional yang dipimpin oleh Bapak Rusdiyanto, selaku Kasatpel SMPN 270 Jakarta.
Momen ini menjadi sangat emosional, terutama ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Seluruh peserta upacara menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh semangat dan penghormatan.
3. Pembacaan Ikrar Guru oleh Ibu Nurhaedah
Pada bagian ikrar guru, Ibu Nurhaedah tampil di hadapan seluruh peserta untuk memimpin pembacaan. Beliau membacakan setiap butir ikrar dengan jelas dan penuh penghayatan.
Dalam ikrarnya, beliau mengingatkan kembali tentang tanggung jawab moral seorang guru dalam mendidik generasi muda.
“Kami para guru berjanji akan mengabdikan diri dengan sepenuh hati, meningkatkan kompetensi, dan menjadi teladan bagi seluruh peserta didik,” ucapnya dengan suara yang mantap.
Para guru lainnya mengikuti dengan penuh kesadaran dan semangat baru.
4. Protokol oleh Ibu Lailatulssholiha
Upacara dipandu dengan baik oleh Ibu Lailatulssholiha, yang bertugas sebagai protokol. Beliau mengatur jalannya upacara dengan ritme yang terstruktur dan komunikatif.
5. Pembacaan UUD 1945 oleh Bapak Heribertus Quintus
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan oleh Bapak Heribertus Quintus. Suaranya yang tegas dan artikulasinya yang jelas membuat pesan konstitusi tersebut tersampaikan dengan kuat kepada peserta upacara.
6. Pembacaan Naskah Pancasila oleh Ibu Ela Nur Aini
Selanjutnya, Ibu Ela Nur Aini memimpin pembacaan Pancasila, yang diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan sikap sempurna. Pengucapan sila demi sila berlangsung khidmat dan membangkitkan rasa kebangsaan.
7. Dirigen Upacara oleh Ibu Sukaisih
Sebagai dirigen, Ibu Sukaisih memimpin pengalunan lagu-lagu nasional dan Hymne Guru dengan sangat profesional. Suara beliau yang kuat dan teknik dirigen yang baik membuat nyanyian seluruh peserta terdengar harmonis.
8. Pembacaan Doa oleh Bapak Hanaan
Upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh Bapak Hanaan. Dalam doanya, beliau memohon keselamatan, kesehatan, serta keberkahan bagi seluruh guru dan peserta didik.
“Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada kami para pendidik untuk terus menjadi teladan, dan bimbinglah anak-anak kami agar menjadi generasi yang berakhlak mulia,” doa beliau dengan suara bergetar.
SAMBUTAN KEPALA SMPN 270 JAKARTA
Setelah rangkaian upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan resmi oleh Kepala SMPN 270 Jakarta, Bapak Ngizudin Syakdullah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Pidato tersebut berisi refleksi mendalam mengenai peran guru dalam membangun bangsa.
“Guru adalah ujung tombak perubahan. Di tangan para guru, masa depan anak-anak Indonesia dipertaruhkan,” demikian salah satu kutipan pidato yang beliau bacakan.
Beliau menambahkan komentar pribadi seusai membacakan pidato:
“Saya berharap seluruh guru di SMPN 270 Jakarta terus berinovasi, terus bersemangat, dan terus menjadi inspirasi bagi siswa-siswa kita. Semoga kerja keras dan ketulusan kita menjadi amal yang tidak pernah putus,” ujarnya dengan penuh haru.
Para siswa tampak menyimak dengan penuh rasa hormat. Banyak dari mereka yang menyadari besarnya peran guru dalam kehidupan mereka.
PENAMPILAN PADUAN SUARA GURU SMPN 270 JAKARTA
Sesi berikutnya adalah penampilan paduan suara guru, yang menjadi salah satu momen paling berkesan dalam peringatan Hari Guru tahun ini. Sebanyak lebih dari 20 guru berdiri membentuk formasi rapi, mengenakan busana batik yang serupa.
Paduan suara membawakan dua lagu utama:
-
“Terima Kasih Guruku”
-
“Hymne Guru”
Saat lagu pertama dinyanyikan, suasana berubah menjadi penuh kehangatan. Banyak siswa terlihat menahan haru, bahkan beberapa guru saling tersenyum bangga melihat kekompakan rekannya. Lirik-lirik tentang ketulusan guru mengalun lembut dan menghanyutkan perasaan seluruh peserta.
Pada lagu “Hymne Guru”, suasana semakin emosional. Lagu yang menggambarkan keteguhan dan pengorbanan guru ini dinyanyikan dengan sangat harmonis. Dirigen Ibu Sukaisih membawakan bagian ini dengan penuh penghayatan.
Salah satu siswa kelas IX, yang diwawancarai seusai acara, mengatakan:
“Saya bangga punya guru-guru seperti mereka. Mereka bukan hanya mengajar, tapi juga memberi kami semangat setiap hari.”
Tepuk tangan meriah menggema setelah penampilan selesai.
MAKNA PERINGATAN HARI GURU BAGI SMPN 270 JAKARTA
Peringatan Hari Guru Nasional di SMPN 270 Jakarta tahun ini memiliki arti yang sangat penting. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada profesi guru, kegiatan ini juga memperkuat hubungan emosional antara siswa dan guru.
Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan,
“Hari Guru bukan hanya untuk merayakan profesi, tetapi juga untuk menumbuhkan budaya saling menghargai di sekolah. Siswa belajar bahwa guru tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga membentuk karakter.”
Sementara itu, salah satu guru senior mengungkapkan:
“Kami tidak berharap hadiah atau pesta besar. Cukup melihat siswa menghormati dan menghargai kami, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.”
Momentum Hari Guru juga menjadi waktu refleksi bagi guru untuk terus memperbarui metode pembelajaran, meningkatkan kompetensi profesional, dan memperkuat komitmen untuk mendidik dengan sepenuh hati.
PENUTUP
Rangkaian peringatan Hari Guru Nasional di SMPN 270 Jakarta berakhir sekitar pukul 09.30 WIB. Para siswa kembali ke kelas masing-masing dengan perasaan bangga terhadap guru-guru mereka. Sementara itu, para guru kembali ke ruang guru sambil menerima ucapan selamat dari siswa-siswi yang datang menghampiri dan memberikan salam hormat.
Kegiatan Hari Guru Nasional tahun ini berjalan dengan sangat sukses, tertib, dan penuh makna. Melalui rangkaian kegiatan yang terlaksana dengan baik, SMPN 270 Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan budaya penghormatan terhadap pendidik sekaligus memperkuat jalinan kebersamaan seluruh warga sekolah.
Dengan semangat “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, diharapkan SMPN 270 Jakarta terus menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.





